PERANCANGAN DESAIN SARANA DAN PRASARANA KEBUN PANGAN TERINTEGRASI DENGAN MENERAPKAN KONSEP SIRKULAR 

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan alternatif selain pendidikan formal lainnya yang dijalankan dengan berbasiskan atas nilai-nilai ajaran Islam. Keberadaan peeantren inisesungguhnya memiliki peranan yang strategis untuk membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, memiliki kemandirian dan inisiatif tinggi, serta menguasi keterampilan dan pengetahuanyang penting dalam membangun perkembangan diri, lingkungan dan masyarakat. Dalam rangka mendukung tujuan tersebut maka pesantren perlu merancang program-program dan kurikulum yang tepat yang dapat sejalan dengan prinsip nilai-nilai Islam yang diyakinininya, sekaligus juga dapat memberi peran dan dampak yang nyata untuk perkembangan sosial. PondokPesantren Alfu Hasanah yang telah berdiri sejak tahun 2016 telah memulai penyelenggaraan program pendidikan setingkat SMP/MTs dengan kurikulum mandiri. Selain kurikulum pendidikandan kepesantrenan, terdapat pembekalan keterampilan berkebun bagi para santrinya. Hal ini didasari oleh harapan pesantren agar para santri bisa memiliki keterampilan yang bermanfaatuntuk dirinya, sekaligus pada level operasional sehari-hari hal ini juga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan pondok pesantren seluas kurang lebih 4000 m2 .

Pada kegiatanPengabdian Masyarakat di tahun sebelumnya, telah dilakukan pengembangan Teknologi Tepat Guna dalam bentuk desain landskap untuk lahan pesantren sebagai kebun pangan denganpendekatan karakteristik kebun menggunakan konsep permakultur. Pada kondisi saat ini, kebutuhan mitra sebagai tindak lanjut dari manfaat yang telah diperoleh sebelumnya agar terjadiberkelanjutan, adalah mengembagkan Teknologi Tepat Guna berupa perancangan desain sarana dan prasarana kebun secara terintegrasi dengan menerapkan konsep sirkular untukmenunjang implementasi desain konsep pada kegiatan di tataran operasional sehari-hari. 

1. Merupakan aktifitas pada kandang ayam dimana alas merupakan tanah langsung dengan tumpukan keringan daun coklat, yang sering diisi dengan sampah dapur dan bercampur dengankotoran hewan sehingga menghasilkan kompos alami. Kompos dimanfaatkan terdekat untuk membantu menyuburkan tanah untuk pembibitan di area green house. 

2. Aktifitas pemanfaatan kompos hasil kandang untuk menjadi pupuk dan mulsa untuk selutuh bedeng dan gilda di kebun, sehingga membantu menyuburkan tanah.  

3. Bibit yang telah tumbuh dan siap tanam dipindahkan ke area bedeng di seluruh kebun untuk pembesaran hingga siap panen.  

4. Daun-daun tanaman sebagian digunakan juga untuk pakan ayam untuk membantu memberikan nutrisi tambahan bagi ternak. 

Ketua Tim  

Prof. Dr. FAJAR CIPTANDI, S.Ds., M.Ds.  

Anggota Tim  

RIMA FEBRIANI, S.I.Kom,M.A.B  

SARI YUNINGSIH, S. Pd., M. DS. 

Anggota Mahasiswa  

Rahma Adilla

Nafisah Amelia Putri

Putu Anjali Dhara Nirmalasant

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *