PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA CANTING ELEKTRIK PORTABLE DAN MODUL PRAKTIS MEMBATIK DALAM PEMBERDAYAAN KREATIF KOMUNITAS PUNK SCHOLAR NETWORK.

Batik adalah warisan luhur Indonesia yang sarat akan nilai historis dan estetis. Namun, tantangan muncul saat proses produksi tradisional masih sangat bergantung pada peralatan konvensional seperti kompor dan wajan malam terbuka. Bagi komunitas kreatif non-formal dengan keterbatasan ruang dan mobilitas tinggi, metode ini menjadi hambatan utama dalam berkarya secara berkelanjutan.

Salah satu komunitas yang aktif mendobrak batasan ini adalah Punk Scholar Network (PSN). Dengan semangat “Membatik adalah Resistance!”, PSN mengapropriasi batik ke dalam budaya populer sebagai medium ekspresi kritis. Sayangnya, antusiasme ini sering terbentur oleh kurangnya akses terhadap perangkat yang praktis, aman, dan portabel.

Menjawab persoalan tersebut, kami menginisiasi program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Mengacu pada konsep Schumacher (1973), TTG yang dihadirkan dirancang agar sederhana, mudah dioperasikan, aman, dan relevan dengan kondisi sosial penggunanya. Solusi utama yang ditawarkan adalah canting elektrik portabel. Perangkat ini dilengkapi sistem pemanas internal dengan kontrol suhu stabil, sehingga tidak lagi memerlukan kompor terpisah, lebih hemat energi, dan sangat ideal untuk ruang terbatas.

Selain perangkat keras, kami juga menyusun modul langkah praktis sebagai soft technology. Modul ini dirancang secara kontekstual untuk memandu komunitas secara mandiri, mulai dari prosedur penggunaan alat, standar keselamatan kerja, hingga teknik eksplorasi motif yang ekspresif.

Program yang dilaksanakan di Kedai Jante, Bandung ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses membatik dan memperluas akses praktik di ruang alternatif. Lebih dari sekadar bantuan teknis, teknologi ini menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong kemandirian dan reaktualisasi batik dalam konteks budaya kontemporer. Melalui inisiatif ini, batik tidak lagi hanya dipandang sebagai tradisi statis, melainkan menjadi medium produksi kreatif yang dinamis, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.

Ketua Tim

AHDA YUNIA SEKAR FARDHANI (NIP: 23930024)

Anggota Tim

LINGGA AGUNG (NIP: 20870001)

LIANDRA KHANSA UTAMI PUTRI (NIP: 22950031)

Anggota Mahasiswa

TIARA OFIRA (NIM: 1605223071)

WIDIA AURELIA (NIM: 1605223031)

ISNIAR WANDA AMALIA (NIM: 1605220025) 

I PUTU PANJI WIWEKANANDA SIWIDANA (NIM: 106012330073)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *