Telkom University Rancang Motif Batik Khas Berbasis Pewarna Alami untuk Perkuat Identitas Rumah Tahfidz Balita Al-Fath
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University melaksanakan program pengabdian dengan skema Teknologi Tepat Guna (TTG) di Rumah Tahfidz Balita Al-Fath melalui perancangan motif batik khas berbasis pewarna alami sebagai identitas visual lembaga. Program ini bertujuan memperkuat citra kelembagaan sekaligus memperkenalkan penerapan kriya tekstil yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sejalan dengan skema pengabdian yang dikembangkan Telkom University.
Rumah Tahfidz Balita Al-Fath merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan karakter Islami bagi anak usia dini. Seiring berkembangnya lembaga, dibutuhkan identitas visual yang mampu merepresentasikan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, serta karakter khas lembaga. Salah satu media yang dipilih adalah seragam formal guru dengan motif batik yang dirancang secara khusus.
Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi bersama pihak mitra untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang menjadi karakter Rumah Tahfidz Balita Al-Fath. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual berupa motif batik yang memiliki makna filosofis sekaligus mencerminkan identitas lembaga. Proses perancangan dilakukan secara partisipatif sehingga hasil desain benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mitra.




Komposisi Modul Motif
Setelah desain final disepakati, tim melanjutkan proses pembuatan cap batik dan produksi kain menggunakan pewarna alami dari bahan-bahan nabati. Pemanfaatan pewarna alami dipilih karena lebih ramah lingkungan, aman dalam proses produksi, serta mendukung prinsip keberlanjutan yang semakin penting dalam pengembangan produk kriya tekstil.

Melalui program ini dihasilkan tiga luaran utama, yaitu desain motif khas Rumah Tahfidz Balita Al-Fath, cap batik sebagai aset produksi yang dapat digunakan kembali, serta kain batik pewarna alami yang akan dimanfaatkan sebagai bahan seragam formal guru. Kehadiran motif khas tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas visual lembaga, meningkatkan rasa kebersamaan di lingkungan guru, serta menjadi media promosi yang merepresentasikan nilai-nilai Islami dan budaya Indonesia.
