Pelatihan Teknik Produksi Tekstil dengan Mengolah Pewarna Alam Indigofera bagi Siswa-siswa SMAN 8 Bandung
Ekonomi kreatif memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan sebagai ujung tombak perekonomian nasional. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Prof. Dr. Rahadi Ramelan, M.Sc. pada simposium “Kebangkitan Pewarna Alam pada Wastra Indonesia” pada tanggal 12 Mei 2018, bahwa tumpuan ekonomi Indonesia dalam 25 tahun ke depan adalah sektor Industri Kreatif. Hal ini diperkuat juga dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dalam OPUS – Ekonomi Kreatif Outlook 2017 bahwa dari 16 subsektor dalam industri kreatif, subsektor terbesar adalah fesyen dan kriya. Fesyen dan kriya merupakan subsektor terbesar dalam hal jumlah tenaga kerja; subsektor yang produknya paling banyak diekspor, dan penymbang PDB terbanyak, dimana fesyen dan kriya ini merupakan bidang kajian kami pada Prodi S1 Kriya – Universitas Telkom. Ekonomi kreatif yang merupakan bentuk aktivitas ekonomi yang mengutamakan kreatifitas sebagai modal utama dalam menciptakan sesuatu yang baru, memiliki nilai, serta bersifat komersil digerakan oleh pihak-pihak yang sering disebut creativepreneur. Creativepreneur dalam hal ini berperan penting sebagai penggerak aktivitas ekonomi kreatif tersebut. Creativepreneur juga berpotensi menjadi salah satu solusi permasalahan sosial di masyarakat dengan tersedianya berbagai lapangan kerja baru. Peluang untuk melahirkan para creativepreneur di Indonesia terbuka lebar mengingat Indonesia memiliki masyarakat mayoritas usia muda, dan ekonomi kreatif identik dengan generasi tersebut. Untuk memanfaatkan peluang tersebut diperlukan berbagai upaya, salah satunya dengan pembinaan generasi muda melalui pembekalan pengetahuan dalam hal teknik produksi yang pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dikhususkan pada teknik produksi tekstil. Pengetahuan ini bermanfaat sebagai modal dalam eksplorasi pengembangan produk yang dapat menciptakan kebaruan dan inovasi. Upaya ini pun memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak seperti instansi pendidikan dengan masyarakat. Instansi pendidikan yang berisi para akademisi memiliki tanggung jawab untuk membagikan ilmu pengetahuan dan hasil riset kepada masyarakat luas. Berdasarkan pemaparan diatas, beberapa dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Kriya, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, bermaksud untuk memberikan pelatihan kepada civitas akademika SMAN 8 Bandung. Pelatihan yang diberikan berupa beberapa teknik pengolahan visual pada media tekstil untuk keperluan produk tekstil sebagai elemen estetis, maupun produk fashion. Dengan kegiatan ini, diharapkan bekal pengetahun dasar mengenai teknik produksi tekstil dapat bermanfaat untuk menginspirasi dan menstimulus tumbuhnya jiwa creativepreneur pada siswa-siswi SMAN 8 Bandung. Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan yang telah berlangsung pada 8 Maret 2018 tersebut:
Lowongan Kerja PT. Kizaru Kusuma Cipta
Calling for KTM Final-year and Fresh graduated Students more info Pancaning Dini Hasni Winantu (081325905956) Human Resource Development of PT Kizaru Kusuma Cipta jl. Merkuri Tengah 24, Margahayu, Bandung, Indonesia, 40225 (6222) 873 09391 http://kizaruanimanga.com
Lowongan Kerja PT. Kizaru Kusuma Cipta
Calling for KTM Final-year and Fresh graduated Students more info Pancaning Dini Hasni Winantu (081325905956) Human Resource Development of PT Kizaru Kusuma Cipta jl. Merkuri Tengah 24, Margahayu, Bandung, Indonesia, 40225 (6222) 873 09391 http://kizaruanimanga.com
Pelatihan Teknik Celup Ikat Untuk Siswa Siswi SMA N 8 Bandung
Ekonomi kreatif memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan sebagai ujung tombak perekonomian nasional. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Prof. Dr. Rahadi Ramelan, M.Sc. pada simposium “Kebangkitan Pewarna Alam pada Wastra Indonesia” pada tanggal 12 Mei 2018, bahwa tumpuan ekonomi Indonesia dalam 25 tahun ke depan adalah sektor Industri Kreatif. tahun 2025 Indonesia ditargetkan menjadi salah satu pusat mode dunia dengan menggerakkan kekuatan lokal. Industri kreatif potensial karena tidak membutuhkan investasi yang besar namun berdampak signifikan bagi perekonomonian nasional. Creativepreneur dalam hal ini berperan penting sebagai penggerak aktivitas ekonomi kreatif tersebut. Menurut Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, Creativepreneur merupakan orang-orang yang terlibat dalam ekonomi kreatif dengan gagasan apapun yang punya nilai dan bisa mensejahterakan baik yang menciptakannya maupun yang menggunakannya. Creativepreneur juga dapat menjadi salah satu solusi permasalahan sosial di masyarakat dalam tersedianya lapangan pekerjaan. Mengingat pentingnya peran Creativepreneur, berbagai upaya pembinaan terhadap generasi muda perlu dilakukan untuk memupuk dan menumbuhkan jiwa creativepreneurship. Prodi Kriya Tekstil dan Mode Telkom University pun berupaya untuk berkontribusi dalam hal tersebut. Salah satunya dengan mengirim perwakilan tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa untuk memberikan pelatihan teknik desain tekstil kepada berbagai komunitas. Pada tanggal 8 Maret 2019, kegiatan pelatihan dilaksanakan di kampus SMAN 8 Bandung dengan masyarakat sasar siswa-siswi sekolah tersebut. Materi pelatihan yang diberikan adalah teknik celup ikat, yang merupakan salah satu warisan budaya Nusantara. Pada pelaksaanya akan dilakukan berbagai penyesuain dalam hal alat dan bahan yang sederhana serta terjangkau, agar lebih mudah dilakukan. Teknik tersebut dapat dijadikan modal sebagai pengetahuan teknik dalam mendesain berbagai produk fashion maupun produk tekstil. Kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan memupuk jiwa creativepreneurship pada generasi muda, karena Industri kreatif pun merupakan sektor yang identik dengan generasi tersebut.
Pengenalan dan Pendampingan Penerapan Pounce Methode Beads Pada Busana Untuk Pengrajin Payet Desa Ganeas-Sumedang
Beads work adalah salah satu teknik rekalatar yang memfokuskan pada pemasangan manik- manik pada permukaan kain. Beads work membutuhkan skill atau keahlian teknik pemasangan yang sangat detail. Biasanya beads work banyak diaplikasikan pada busana pesta, busana pengantin, atau busana khusus lainnya yang diperuntukan untuk moment khusus. Teknik beads work ini sangat berkembang pada busana pengantin khususnya di Kota Bandung, hal ini terlihat pada banyaknya bermunculan rumah sewa baju pengantin, dan designer wear yang menyediakan jasa sewa ataupun made by order busana pengantin ataupun busana pesta dan sejenisnya. Hal diatas tidak terlepas dari peran sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi pembuatan busana. Dalam hal ini SDM merupakan peran dibalik perkembangan tersebut dengan pembekalan keterampilan dasar beads work. Pada umumnya SDM merupakan kelompok kecil masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dengan istilah pengrajin payet. Salah satu pengrajin payet yang saat ini masih aktif dalam kegiatan ini adalah Pengrajin Payet Desa Ganeas, Sumedang. Dalam proses imbuh berupa pemasangan payet, kelompok payet membutuhkan cara dalam mempercepat proses pemasangan dan peletakan komposisi motif berupa beads pada pengulangan model busana yang sama maupun secara pengulangan pada busana yang sama secara presisi. Dalam hal ini pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengenalan dan pendampingan Pounce Methode dalam proses produksi imbuh pada busana. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak baik wawasan, keterampilan, pertumbuhan ekonomi, serta kuantiti produksi. Serta dapat menjalankan proses transfer ilmu pada masyarakat secara akademisi Dokumentasi kegiatan
Pengenalan Trend Hijab Instant Sebagai Peluang Untuk Membangun Usaha Kecil Mandiri
Berkembangnya tren modest wear di Indonesia membuat busana muslim menjadi komoditas yang potensial untuk menguasai pasar lokal dan internasional. Indonesia ditargetkan menjadi kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2025 (Bekraf, 2018). Pemerintah terus berupaya memberikan dukungan terhadap para pelaku industri kreatif di tanah air sebagai langkah nyata membangun ekonomi masyarakat. Desa Ciaro (Kec. Nagreg, Kab. Bandung) yang berbatasan langsung dengan Kab. Garut merupakan desa binaan pemerintah, menyadari potensi kaum perempuan desa tersebut khususnya yang berusia produktif dalam pengembangan usaha hijab instant. Peluang ini dapat dikembangkan terutama bagi para lulusan sekolah kejuruan jurusan tata busana yang cukup banyak terdapat di desa tersebut. Bekerjasama dengan SMKN 6 Garut, yang terletak tidak jauh dari Desa Ciaro, juga sekaligus Sebagai sekolah kejuruan tata busana yang terdekat dalam area Desa Ciaro, tim dosen Kriya Tekstil dan Mode akan mengadakan penyuluhan dan pelatihan mengenai pengenalan tren hijab instant sebagai peluang membangun usaha kecil mandiri. Gambar 1. Pembukaan dan Pengenalan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berdasarkan pertimbangan potensi yang dimiliki dan kendala yang dihadapi oleh siswa-siswi SMKN 6 dan para lulusannya, maka diputuskan untuk mengadakan sharing knowledge dan pelatihan pembuatan produk sederhana yang siap jual berdasarkan kemampuan para siswa-siswi. Adapun sharing knowledge yang diberikan meliputi materi mengenai “Tren Hijab Indonesia 2018” dan “Kiat – kiat membangun Usaha Kecil Mandiri oleh Anak Muda”, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan praktek pembuatan hijab instant dan aksesorisnya. Gambar 2. Praktek pembuatan hijab instant Gambar 3. Pembuatan aksesoris hijab menggunakan teknik tekstil rekarakit Siswa-siswi dan alumni pun dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat kooperatif dan menyambut dengan antusias. Selain dibantu oleh para guru dalam penyelenggaraan, para siswa dan alumni pun aktif membantu teknis kegiatan selama sharing knowledge dan pelatihan berlangsung. Walaupun terbagi ke dalam beberapa sesi selama beberapa minggu, para siswa dan alumni tetap hadir semua, hanya 3 siswa yang sempat tidak hadir saat pelatihan dikarenakan sakit. Selain aktif dalam membantu teknis pelaksanaan kegiatan, para siswa pun dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Bersedia mengikuti aturan yang telah disepakati seperti bekerja dalam kelompok serta aktif mengembangkan teknik-teknik yang diajarkan. Inisiatif para siswa dan alumni pun dinilai sangat baik. Sehingga produk akhir yang dihasilkan dapat dikembangkan secara maksimal. Dan termotivasi untuk mencoba dikembangkan sebagai usaha sampingan dan usaha mandiri setelah lulus. Adapun manfaatnya adalah agar para siswa-siswi dan alumni SMKN 6 Garut khususnya, dan umumnya masyarakat Desa Ciaro selaku masayarakat sasar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang perkembangan tren hijab instant serta perkembangan aksesoris pelengkap hijab yang dibuat dengan teknik makrame, juga praktek pengerjaannya menjadi suatu produk kreatif yang layak untuk dipasarkan. Selain itu juga mendapatkan wawasan mengenai dasar-dasar kewirausahaan sederhana yang aplikatif. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMKN 6 Garut utamanya kepada siswa-siswi kelas XI & XII. Video Dokumentasi :
Membangkitkan Eksistensi Komunitas Kreatif Dwaya Manikam Melalui Strategi Pembekalan Keterampilan Kriya
Kelurahan Cicadas yang terletak di pusat Kota Bandung merupakan kawasan urban yang memiliki tingkat kepadatan penduduk sangat tinggi, sehingga secara umum jika dilihat dari segi potensi Sumber Daya Manusia, maka Cicadas memiliki jumlah masyarakat usia produktif yang besar. Akan tetapi faktanya potensi yang besar tersebut belum teroptimalkan dengan baik melihat masih tingginya jumlah masyarakat usia produksti yang menjadi pengangguran dan buruh lepas. Salah satu upaya untuk mendorong masyarakat tersebut agar dapat keluar dari kondisi tersebut dan mencapai kesejahteraan adalah dengan menciptakan wadah-wadah yang positif dalam bentuk komunitas yang di dalamnya berisi kegiatan-kegiatan positif untuk membekali mereka keterampilan dan pengetahuan. Pada tahun 2012 sebuah komunitas kreatif bernama Dwaya Manikam hadir diinisiasi oleh sekelompok perempuan yang berasal dari kawasan Cicadas, dengan memberikan berbagai kegiatan positif berupa pembekalan keterampilan menjahit dan mengolah limbah perca untuk dijadikan berbagai produk aksesoris fesyen. Kegiatan ini mendapat dukungan secara penuh dari pihak kelurahan setempat. Bahkan sejak awal berdiri hingga tahun 2014 Komunitas Dwaya Manikam ini aktif mengadakan berbagai pelatihan, pameran, dan workshop. Dengan demikian masyarakat di Cicadas, khususnya kaum wanita dapat betul-betul merasakan dampak manfaat dari kegiatan ini. Akan tetapi sejak tahun 2015 hingga kini telah terjadi penurunan eksistensi komunitas Dwaya Manikam tersebut. Kegiatan-keiatan yang sebelumnya secar aktif diselenggarakan mulai tidak berjalan, salah satunya disebabkan oleh kurang adanya inovasi pada kegiatan tersebut, khususnya dalam hal pembekalan keterampilan dan pengetahuan yang diberikan, sehingga memicu peserta dalam komunitas tersebut mengalami kejenuhan. Program kegiatan di merupakan salah satu faktor yang berperan sangat penting untuk mempertahankan keberlangsungan suatu kelompok / komunitas. Maka, penting untuk memberikan program-program pembekalan keterampilan yang selain dibutuhkan juga menarik, sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kembali eksistensi dari komunitas tersebut. Para tanggal 27 dan 28 Maret 2019 lalu beberapa tim dosen dari Fakultas Industri Kreatif, Program Studi Kriya, Universitas Telkom, digawangi oleh Fajar Ciptandi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat kepada komunitas tersebut dalam rangka meningkatkan eksistensinya melalui proses pendampingan keterampilan kriya untuk menghasilkan inovasi produk yang menjadi salah satu identitas dari komunitas tersebut. Kegiatan tersebut bertempat di gedung pertemuan Kelurahan Cicadas, beralamat di Gang Proklamasi, Jalan Asep Berlian, Cicadas-Bandung dan dihadiri oleh beberapa orang Ibu-bu anggota komunitas Dwaya Manikam tersebut. Secara Umum kegiatan tersebut berjalan dengan lancar, dan mendapatkan feedback cukup baik dari seluruh peserta. Analisa perbandingan antara permasalahan masyarakat sasar terhadap keseluruhan hasil yang dicapai dari segi luaran telah mampu mencapai sesuai dengan yang diharapkan, dimana telah terbukti dari proses eksperimen yang dilakukan telah berhasil mewujudkan produk inovatif berupa handbook yang unik dan eststis. Hal ini menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan keteramilan dari para anggota komunitas tersebut jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Sementara itu dari segi feedback masyarakat sasar menunjukan adanya penerimaan yang baik ketika program ditawarkan, serta ada respon positif dari masyaarakat sasar dengan mau melaksanakan arahan-arahan yang diberikan. Tak hanya itu, tanggapan dari feedback pun menunjukan adanya motivasi tinggi dari pihak masyarakat sasar untuk terus terlibat jika dilaksanakan kegiatan sejenis.
Pelatihan Surface Design Textile Block-Printing Bagi Siswa SMAN 8 Bandung
umat, 8 Maret 2019 Program Studi Kriya Tekstil dan Mode, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom dengan diwakili oleh tim dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu sekolah mengengah atas di Bandung yaitu SMA Negeri 8 yang terletak di Jl. Solontongan, Buahbatu, Bandung. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pelatihan perancangan motif dan pengaplikasiannya dengan menggunakan salah satu teknik pengolahan permukaan tekstil yaitu block-printing pada lembaran kain. Sejumlah 27 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan siswa-siswi yang tergabung dalam kelompok kegiatan ekstrakurikuler GAMA KARYA SMAN 8 Bandung. GAMA KARYA merupakan ekstrakurikuler yang berkegiatan di bidang kreativitas siswa, seringkali mereka membuat perancangan dekorasi untuk kegiatan sekolah atau kesiswaan, membuat rancangan produk ataupun berbagai kegiatan lainnya yang bersifat kreatif. Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar pada siswa-siswi kreatif dengan harapan dapat menjadi stimulasi bagi mereka kedepannya untuk dapat lebih mengembangkan pengetahuan dan kemampuan praktek di industri kreatif. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua sesi. Sesi pertama kegiatan pelatihan ini merupakan kuliah umum yang disampaikan oleh salah satu dosen Program Studi Kriya Tekstil dan Mode, M Sigit Ramadhan. Beliau menyampaikan tentang pengertian teknik dasar pengolahan tekstil block-printing, sejarah, material hingga langkah pengerjaannya secara teori. Selain itu peserta dikenalkan juga dengan potensi pengaplikasiannya pada berbagai jenis produk kreatif bernilai ekonomi yang dapat dihasilkan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa creativepreneur sedari sekolah sebelum mereka terjun ke masyarakat. Sesi kedua dilanjutkan dengan praktek eksperimen. Pada sesi kedua ini peserta memperoleh meteri tentang proses pengaplikasian teknik block-printing secara lebih detail sekaligus mencoba langsung melalui kegiatan praktek yang dilakukan. Di awal sesi, peserta merancang terlebih dahulu sebuah motif yang nantinya akan dijadikan plat cetak yang dibuat dari bahan kayu yang diukir menggunakan pisau cukil, lalu kemudian mengecap plat cetak tersebut ke bahan kain yang telah disediakan. Selain pada lembaran kain, peserta diarahkan untuk mengaplikasian motif yang dibuatnya ke salah satu produk fesyen totebag, sebagai gambaran untuk para peserta bahwa teknik ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai elemen estetis yang menarik dalam perancangan produk kreatif. Melalui pelatihan yang diselenggarakan ini diharapkan peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dengan mengenal teknik block-printing yang dapat diaplikasikan pada material tekstil. Selain itu diaharapkan dapat menjadi stimulasi tumbuhnya jiwa creativepreuneur pada diri peserta karena material tekstil yang dioleh dengan teknik block-printing berpotensi untuk dijadikan produk kreatif di bidang fesyen yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dokumentasi kegiatan
Pengumuman Peraih Beasiswa SISWAMITRA Prodi Kriya Tekstil dan Mode 2019
Program Studi Kriya Tekstil dan Mode, Universitas Telkom sesuai dengan kalender akademik tengah menyelenggarakan siding Preview III selama satu minggu dari tanggal 20-24 Mei 2019. Sebanyak 122 mahasiswa mengikuti sidang Preview III dengan memajang perkembangan karya Tugas Akhirnya yang bertempat di Aula Fakultas Industri Kreatif. Di hari terakhir pelaksanaan Preview III, Tim dari Beasiswa Siswa Mitra Prodi KTM mengumumkan secara langsung peraih Beasiswa Siswa Mitra tahun 2019. Hal ini berbeda dari biasanya, pada tahun-tahun sebelumnya, pengumuman Beasiswa Siswa Mitra dilakukan bersamaan dengan sosialisasi agenda Tugas Akhir. Pada tahun ini Tim Beasiswa Siswa Mitra ingin memberikan kejutan langsung kepada peraih beasiswa dengan mengumumkannya selepas sidang Preview III. Ukhti Nurfajriati Karimah adalah salah satu dari 122 peserta Preview III Tugas Akhir Semester Genap 2018/2029 yang berhasil mendapatkan Beasiswa Siswa Mitra 2019. Ukhti berhasil terpilih sebagai kandidat Siswa Mitra 2019 setelah menyelesaikan seleksi administrasi dan wawancara unggul dari 5 peserta lainnya. Ukhti merupakan anak ke 1 dari 2 bersaudara yang memiliki prestasi akademik dengan meraih IPK 3.7 hingga semester 8 ini juga beberapa kali menjuarai Kejuaraan Taekwondo tingkat Regional hingga Nasional. Prestasi pada bidang olahraga tertinggi dia peroleh sebagai Juara 1 Senior Poomsae Individu Pemula Putri pada kejuaraan Taekwondo Tingkat Jawa Barat. Saat pengumuman Beasiswa Siswa Mitra diberikan selepas Ukhti menutup sidang Preview III-nya, mata Ukhti berkaca-kaca tak kuasa menahan haru. Membantu mengurai beban orang tua sudah menjadi motivasinya dalam mengikuti seleksi Beasiswa Siswa Mitra kali ini. Pada program tahun ini Ukhti akan diberikan dana sebesar Rp. 6.500.000,- dan diberikan kesempatan mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan pengabdian di Program Studi sebagai Asisten Prodi selama tiga bulan. Beasiswa Siswa Mitra merupakan program yang diinisiasi oleh dosen-dosen di Prodi Kriya Tekstil dan Mode untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa Tugas Akhir untuk dapat berkarya dengan optimal dengan memberikan bantuan dana kepada mahasiswa yang membutuhkan. Timbal balik nya, mahasiswa tersebut akan mengabdi pada prodi untuk melakukan pengembangan diri dan melatih softskill sebagai asisten prodi. Tahun ini merupakan tahun ke-4 Beasiswa Siswa Mitra dilaksanakan, semoga di tahun-tahun berikutnya Beasiswa ini dapat memberikan manfaat yang semakin banyak untuk mahasiswa khususnya mahasiswa prodi Kriya Tekstil dan Mode. -MRO Link download Informasi Beasiswa Siswa Mitra Siswa Mitra 2019
Beasiswa Telkom University 2019
Hi Mahasiswa Prodi KTM! Raihlah kesempatan untuk mendapatkan Beasiswa Telkom University 2019. Syarat dan ketentuan terlampir download di attachment image Perhatikan dan baca secara teliti untuk syarat dan ketentuannya ya. Jika masih ada pertanyaan silakan bisa menghubungi : OA Line @bov9160o Instagram @bk_univtelkom WA 081214242600 Download surat persyaratan: bit.ly/persyaratan2k19 Pendaftaran online: bit.ly/telkombeasiswa19
Pengabdian Masyarakat Dosen dan Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Mode di Komunitas Rumah Pelangi, Baleendah
September 2018 menjadi hari yang menyenangkan bagi anak-anak di Komunitas Rumah Pelangi, Baleendah, Kabupaten Bandung. Pada bulan itu, anak-anak dari komunitas tersebut didatangi oleh kakak-kakak dari Kampus Telkom University, khususnya Program Studi Kriya Tekstil dan Mode (KTM). Bersama dengan dosen pembimbing nya, mahasiswa dari prodi KTM melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan tekstil cetak sederhana. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya kreativitas anak-anak Rumah Pelangi agar dapat berkarya menggunakan teknik yang baru bagi mereka, sehingga tingkat keterampilan mereka juga dapat meningkat. Sebanyak kurang lebih 20 anak-anak yang berusia satu hingga 13 tahun ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kecil dengan usia 1-6 tahun dan kelompok besar dari 7-13 tahun. Teknik yang diajarkan adalah berupa teknik cetak manual atau biasa disebut sebagai teknik sablon. Melalui teknik ini anak-anak berkarya menggunakan cat dan memanfaatkan bahan-bahan disekitar dengan membangun daya imajinasi mereka. Hasil dari pelatihan ini adalah berupa lembaran tekstil sederhana yang memiliki motif dari hasil cetak yang dimana lembaran tersebut dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk diaplikasikan menjadi sebuh produk fungsional. Selain itu kelekatan antara anak-anak dan mahasiswa membangun rasa simpati dan empati untuk memahami sesama. Mahasiswa yang berperan dalam kegiatan ini adalah mahasiswa dari himpunan mahasiswa Kriya, SERAT, terdiri dari tim mahasiswa yang menjadi tutor belajar teknik cetak. Mahasiswa yang berperan sudah mendapatkan keilmuan tekstil cetak tersebut dibangku kuliah, sehingga mereka dapat menerapkan keilmuan mereka dengan baik. Melalui pelatihan ini anak-anak diharapkan mendapatkan ilmu berkarya sederhana yang dapat dipraktekkan dikehidupan sehari-hari, sehingga dapat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas anak-anak Rumah Pelangi.
Dosen dan Mahasiswa dari Prodi Kriya di Universitas Telkom Melakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada Para Penenun Tradisional di Tuban
Sangat menarik ketika kita berkunjung ke Tuban, Jawa Timur dan menyempatkan diri untuk mampir ke sentra kain tradisional yang terdapat di Kecamatan Kerek. Perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam menggunakan mobil dengan sepanjang perjalanan melihat pemandangan sawah tada hujan, kebun jagung, dan kebun kacang sambil sesekali melihat para petani melintas sambil besepeda membawa sayuran dan rerumputan. Tuban sendiri diketahui telah sejak lama memiliki tradisi membuat kain tradisional yang dikenal dengan sebutan tenun gedog. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad ke-10 sebagaimana disebutkan dalam prasasti Biluluk II di Jawa. Hingga saat ini tradisi membuat kain tenun gedog tersebut pun masih dilakukan oleh sebagian masyarakat perajin di Tuban tanpa banyak mengalami perubahan bentuk. Desain kain yang diciptakan oleh para pengrajin tenun gedog di Tuban saat ini masih mempertahankan karakteristik tradisionalnya yang memiliki kesan sangat kuat menyerupai kain primitif. Pada perkembangannya tradisi membuat kain tradisional tersebut pun kini turut dituntut untuk memberikan kebaruan dan inovasi baik pada bentuk maupun nilai. Menyikapi hal tersebut, upaya-upaya pengembangan kain tenun gedog pun telah dilakukan oleh dosen dari Prodi Kriya, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom Fajar Ciptandi pada tahun 2018 dengan membuat 5 buah desain struktur tenun gedog yang baru. Akan tetapi inovasi tersebut masih berhenti pada sketsa / gambar rancangan desain kain tenun gedog dan beberapa buah sampel kain yang dikerjakan pada skala labolatorium saja. Masyarakat perajin tenun gedog sendiri sebagai ujung tombak dari pelaksana tradisi tersebut belum secara aktif terlibat dalam mewujudkan inovasi tersebut. Melihat belum tepat sasarannya inovasi pada kain tenun gedog tersebut, maka tim dari prodi Kriya, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pun berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan para pengrajin di Kerek tersebut agar mampu mewujudkan inovasi kain tenun gedog tersebut pada skala terpakai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terealisasi pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2018 dengan tempat pelaksanaan workshop peningkatan keterampilan menenun gedog dengan para pengrajin dilaksanakan di workshop batik gedog Lestari Art, Dusun Kedungrejo, Kecamatan kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan eksperimentatif melalui berbagai percobaan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat perajin tenun gedog tradisional di Tuban. Cara ini dilakukan dengan memberikan penugasan eksperimen kepada perajin tenun gedog dengan cara dikomunikasikan kepada masyarakat pengrajin hingga dapat menerima gagasan dan teknologi tersebut ke dalam tradisi mereka dengan mengelompokkan berdasarkan level keterampilannya, yaitu : inovator (mahir) dan pengadopsi awal (pengikut); serta dikelompokan pula berdasarkan level usianya, yaitu : usia muda antara 18 sampai 30 tahun, usia paruh baya antara 35 sampai 45 tahun, dan usia di atas 50 tahun. Masing-masing kelompok level usia tersebut akan diberikan perlakuan yang sama agar menerapkan konsep desain yang telah diberikan dengan bertumpu kepada keterampilan, pengetahuan dan motivasi yang mereka miliki. Melalui kegiatan eksperimen tersebut telah menghasilkan beberapa sampel prototipe yang dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat pengrajin tenun gedog di Tuban memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam merespon inovasi yang diberikan dari luar. Adapun beberapa contoh prototipe berupa kain hasil pengembangan keterampilan menenun, sebagai berikut: Solusi kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan dalam bentuk pendampingan desain kepada masyarakat perajin tenun gedog tradisional di Tuban ini telah mampu mentransfer pengetahuan berupa inovasi desain kain tenun gedog yang telah dihasilkan oleh peneliti sebelumnya kepada masyarakat penenun gedog tradisional di Tuban. Dengan demikian wujud inovasi pada kain tenun gedog tersebut bukan lagi hanya berupa konsep dan wacana saja, melainkan telah sampai pada tingkat aplikasi langsung oleh masyarakat perajin di Tuban. Secara tidak langsung apa yang dilakukan tersebut dapat mendorong peningkatan permintaan kain tenun gedog, sehingga mampu menghidupkan kembali aktifitas menenun di Tuban.
STUDENT ACHIVEMENT 2017
Sebagai salah satu program studi unggulan pada Fakultas Industri Kreatif, mahasiswa Kriya Tekstil Mode juga aktif dalam kegiatan non akademik seperti ikut serta dalam beberapa perlombaan baik dalam skala nasional maupun internasional. Berikut beberapa prestasi yang diraih mahasiswa Kriya Tekstil Mode pada tahun 2017. 1. DHEA ELZA KHAIRANI (KTM 2014) Finalis Sakura Collection Asia Students Award 2016 2. TRIA JATNIKA (KTM 2014) Finalis Sakura Collection Asia Students Award 2016 3. INKA PERMATASARI (KTM 2016) Juara 1 Wedding Make-Up Contest Inez Cosmetics 2017 4. ZEFAYA NADINE (KTM 2016) Juara 3 Pejaten Village Icon 2017 5. HASNA BARABA (KTM 2014) Runner Up Ambassador Zoya 2017 6. ZEFAYA NADINE (KTM 2016) Favorite Miss Jakarta Fair 2017 7. INKA PERMATASARI (KTM 2016) Juara 2 Kejuaraan Make Up Tradisional Modifikasi by Inez Cosmetic 8. ADINDA SARASWATI BALQIS (KTM 2016) Finalis Plaza Senayan Palm Award Fashion Design Competition 2017
Pengumuman Peraih Beasiswa Anak Bangsa (YPT)
Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Bagian Kemahasiswaan (BK) Pusat Telkom University, berikut merupakan nama-nama yang lolos mendapatkan Beasiswa Anak Bangsa (YPT) dari Fakultas Industri Kreatif. Berikut merupakan nama-nama penerima Beasiswa Anak Bangsa (YPT) : DESTY ISTIQOMALIA (Prodi S1 Desain Interior) FARKHATUN NAZILAH (Prodi S1 Desain Interior) PRADHITA ARNITA VIANTI (Prodi S1 Seni Rupa) RIZTIA NILFARISA (Prodi S1 Kriya Tekstil dan Mode) TIA HARFINASARI (Prodi S1 Kriya Tekstil dan Mode) SHEYLA PUTRI NEVERTARI (Prodi S1 Desain Komunikasi Visual) Selamat kepada para penerima Beasiswa, khususnya selamat kepada Riztia Nilfarisa dan Tia Harfinasari mahasiswa Prodi Kriya Tekstil Mode. Bagi yang belum berkesempatan mendapatkan beasiswa, jangan berkecil hati, karena masih akan ada banyak kesempatan beasiswa lainnya. Terimakasih Bagian Kemahasiswaan Prodi KTM
BEASISWA ANAK BANGSA YPT (PRODI KTM)
Kabar gembira! Beasiswa Anak Bangsa YPT kembali dibuka. Sebagai program studi yang memiliki kepedulian akan kelanjutan pendidikan mahasiswanya, maka Kemahasiswaan Prodi Kriya Tekstil dan Mode melakukan seleksi Beasiswa Anak Bangsa untuk diajukan ke bagian Kemasiswaan Fakultas Industri Kreatif. Beasiswa Anak Bangsa YPT (Yayasan Pendidikan Telkom) merupakan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu yang diinisiasi oleh Direkur Kemahasiswaan dan Alumni Telkom University. Beasiswa akan diberikan berupa bantuan finansiap biaya kuliah selama satu semester. Syarat utama dari beasiswa ini adalah merupakan mahasiswa Tel-U yang membutuhkan bantuan finansial dikarenakan keterbatasan ekonomi. Bagi Anda mahasiswa KTM yang ingin mendaftarkan diri silahkan mengisi pada link berikut: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1-nI5JFv5qeq2JjJ7PokeG7GjvTbopNKxouU7vs5wIFM/edit#gid=0 Dengan mengisi form pada google spreadsheet nama Anda sudah terdaftar sebagai calon penerima beasiswa dari prodi KTM. Selanjutnya adalah proses melengkapi administrasi dengan mengirimkan dokumen-dokumen sebagai berikut : 1. Scan dan Fotocopy KTM 2. Kartu Studi Mahasiswa (KSM) 3. Transkrip Nilai 4. STKM (Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW/Kelurahan/Desa 5. Scan dan Fotocopy Kartu Keluarga 6. Surat permohonan beasiswa yang harus di ttd oleh dosen wali (format ada di link pada google spreadsheet). 7. Formulir Beasiswa (format ada di link pada google spreadsheet). Link untuk format surat dan formulir : https://www.dropbox.com/sh/m2yuds20hja72u1/AACFdG2ApSdJDt0osG64gObPa?dl=0 Semua persyaratan tersebut harap dikirimkan sebelum 31 Mei 2017 (diperpanjang dari deadline sebelumnya). Harap mengirimkan email ke [email protected] dengan Format pada subject : [BEASISWA ANAK BANGSA] (NAMA) dan sertakan maksud dan tujuan pada halaman email (email tidak dibiarkan kosong tanpa tulisan). Hardcopy di print dan diserahkan sebelum tanggal 31 Mei 2017 di meja Ibu Morinta. Apabila berhalangan hadir menyerahkan hardcopy bisa diwalikan atau cukup dengan mengirimkan pada email saja. Tahapan selanjutnya adalah seleksi administrasi dan seleksi wawancara. Apabila Anda lolos seleksi maka akan diberitahukan kembali melalui email ini. Seleksi akan berlangsung bersamaan dengan prodi lainnya. Terimakasih Salam, Kemahasiswaan Prodi KTM
KRS PERWALIAN OFFLINE SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2017/2018
Bagi Mahasiswa/i Program Studi Kriya Tekstil & Mode yang akan melakukan Perwalian Offline Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018, silahkan print secara mandiri Kartu Rencana Studi (KRS) sebanyak 2 rangkap (1 lembar untuk Dosen Wali, 1 Lembar untuk mahasiswa yang bersangkutan). Perwalian Offline akan dilakukan dari tanggal 3 Mei hingga 19 Mei 2017 (hubungi Dosen Wali masing-masing). Kartu Rencana Studi (KRS) untuk Perwalian Offline dapat di unduh disni
Jadwal UTS Semester Ganjil Tahun Akademik 2015-2016 – Fakultas Industri Kreatif
Assalamualaikum Wr Wb. Yth. Bapak/Ibu Dosen dan Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Mode Kami sampaikan Jadwal UTS Semester Ganjil Tahun Akademik 2015-2016 – Fakultas Industri Kreatif hasil download dari I-Igracias. Pelaksanaan UTS sesuai dengan Kalender Akademik dimulai hari Senin s.d. Kamis, Tanggal 12 s.d. 22 Oktober 2015. Terima kasih Jadwal Ujian Bisa Dilihat Disini -> jadwal_UTS_15_16
Seminar Langkah Cerdas Cegah Korupsi
Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom – Bandung, Rabu 16 September 2015. Kami informasikan kepada seluruh mahasiswa Kriya Tekstil & Mode ada seminar tentang “Seminar Langkah Cerdas Cegah Korupsi” tanggal 22 September 2015 pada pukul 08.00- Selesai di Galeri Fak. Industri Kreatif. Snack/Goodie Bag/ Lunch Box GRATIS untuk 100 Peserta Pendaftaran bisa langsung ke admin prodi. Terima kasih
Welcoming Darmasiswa Student 2015 Prodi Kriya Tekstil & Mode
Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom – Bandung, Senin 31 Agustus 2015. Fakultas Industri Kreatif Kedatangan 6 Mahasiswa Baru Internasional Prodi Kriya Tekstil & Mode dari Program Darmasiswa 2015/2016. Mahasiswa International berasal dari 5 negara (USA, Italy, Hungaria, Venezuela dan Zimbabwe) dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Industri Kreatif Bapak. Dr.Ir. Agus Achmad Suhendra, MT, Wakil Dekan II Djoko Murdowo, MBA, Ketua Program studi Kriya Tekstil dan Mode Arini Arumsari. S.Ds., M.Ds beserta dosen, bapak dan ibu dari Internasional Office dan mahasiswa Kriya Tekstil dan Mode.