Inovasi Pengolahan Limbah Benang Rajut di Kampoeng Radjoet Binong Jati : “PELATIHAN PONGOLAHAN SAMPAH FASHION BERUPA EMBELLISHMENT DENGAN PERANCANGAN DIGITAL UNTUK MITRA KAMPOENG RADJOET BINONG METODE STRATEGI CITIZENSHIP EDUCATION” 

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap salah satu sentra industri rajut paling terkenal di Kota Bandung, yang dikenal sebagai Kampoeng Radjoet Binong Jati. Kawasan ini tidak hanya berperan sebagai pusat produksi rajut, tetapi juga telah berkembang menjadi ikon kota wisata dan edukasi berbasis industri kreatif. Berdasarkan berbagai sumber, sentra Rajut Binong Jati telah berdiri sejak tahun 1950-an, sementara sumber lain menyebutkan mulai berkembang sejak tahun 1965. Pada tahap awal, kawasan ini hanya melibatkan sekitar sepuluh pengusaha rajut.

Seiring berjalannya waktu, industri rajut di Binong Jati mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Puncak perkembangan terjadi pada periode 1997–1998, di mana jumlah pelaku usaha rajut mencapai sekitar 600–700 UMKM, sebagaimana dilaporkan oleh Detik Jabar (2022). Pada masa tersebut, Kampoeng Radjoet Binong Jati menjadi simbol keberhasilan industri rumah tangga berbasis keterampilan lokal yang mampu menopang perekonomian masyarakat setempat.

Namun demikian, sejak terjadinya pandemi Covid-19, kondisi industri rajut Binong Jati mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan tersebut terlihat pada beberapa aspek, antara lain menurunnya volume produksi, berkurangnya permintaan pasar, serta menyusutnya jumlah pengrajin, khususnya pengrajin skala kecil. Kondisi ini menuntut adanya upaya adaptasi dan inovasi agar industri rajut tetap dapat bertahan dan berkembang.

Permasalahan dan Tantangan Pengrajin

Dalam menghadapi situasi pascapandemi, sebagian pengrajin berupaya mengikuti perkembangan teknologi dengan beralih menggunakan mesin rajut komputer. Namun, sebagian pengrajin lainnya masih bertahan menggunakan mesin rajut konvensional manual karena keterbatasan modal, keterampilan, dan akses teknologi. Selain tantangan teknologi, aktivitas produksi rajut juga menghasilkan limbah berupa sisa benang dan potongan rajutan yang belum dikelola secara optimal dan cenderung terbuang sebagai sampah.

Limbah benang rajut yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus menyia-nyiakan sumber daya material yang masih dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengelolaan limbah secara kreatif dan berkelanjutan.

Strategi Pemberdayaan melalui Citizenship Education dan Project-Based Learning

Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan menerapkan strategi Citizenship Education melalui pendekatan project-based learning. Strategi ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah fashion yang dihasilkan oleh pengrajin Rajut Binong Jati. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga menekankan praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sasaran.

Fokus kegiatan meliputi pemanfaatan limbah benang rajut menjadi material baru berupa embellishment serta pengenalan pemanfaatan teknologi digital dalam proses perancangan produk. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan teknis, serta memperluas wawasan pengrajin dalam mengolah material alternatif yang bernilai tambah.

Teknik Water Soluble Paper dalam Pengolahan Limbah Benang Rajut

Salah satu teknik yang diperkenalkan dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan water soluble paper sebagai media bantu dalam pengolahan limbah benang rajut. Water soluble paper merupakan jenis material berbasis serat yang dapat larut sepenuhnya ketika terkena air. Dalam konteks pengolahan limbah tekstil, material ini berfungsi sebagai penopang sementara dalam proses pembentukan lembaran tekstil dari limbah benang.

Proses pengolahan dimulai dengan menyusun dan menata limbah benang rajut di atas water soluble paper sesuai dengan pola atau komposisi yang diinginkan. Benang-benang tersebut kemudian dijahit atau diikat agar membentuk struktur yang menyatu. Setelah proses penjahitan selesai, lembaran tersebut direndam atau disiram dengan air hingga water soluble paper larut sepenuhnya, menyisakan struktur benang yang telah menyatu menjadi lembaran tekstil baru.

Teknik ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dipelajari, tidak memerlukan peralatan kompleks, serta cocok diterapkan oleh pengrajin rumahan. Selain itu, teknik water soluble paper memungkinkan eksplorasi tekstur, warna, dan bentuk yang beragam, sehingga hasil olahan limbah dapat diaplikasikan sebagai embellishment pada berbagai produk rajut maupun produk fesyen lainnya.

Peran Akademisi dan Keberlanjutan Program

Pelatihan dan pendampingan dalam program ini melibatkan tenaga profesional dari kalangan akademisi untuk memastikan proses transfer pengetahuan dan keterampilan dapat berjalan secara optimal. Peran akademisi tidak hanya sebagai fasilitator pelatihan, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses pengembangan ide, eksplorasi material, serta evaluasi hasil karya pengrajin.

Melalui program ini diharapkan para pengrajin Rajut Binong Jati mampu meningkatkan kapasitas diri, berkreasi secara aktif dan inovatif, serta mengembangkan usaha secara mandiri maupun berkelompok. Dengan demikian, pengolahan limbah benang rajut tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menjadi peluang pengembangan produk kreatif yang mendukung keberlanjutan industri rajut di Kampoeng Radjoet Binong Jati.

Mitra Abdimas: 

UMKM KAMPOENG RADJOET & MERAJUT ASA KITA 

Founder: Eka Rahmat Jaya

Ketua Tim: 

MARISSA CORY AGUSTINA (NIP: 20860018)

Anggota Tim: 

SHELLA WARDHANI PUTRI (NIP: 24990020)
RUNIK MACHFIROH (NIP: 13870042) 

Anggota Mahasiswa: 

RACHEL OKTAPIANY PANJAITAN (NIM: 1605223043)
EUNIKE EMMANUELLE PUTRI DAVID (NIM: 1605223099)
MONIKA AWISTADINI (NIM: 1605223005) 

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Ruas yang wajib ditandai *