Pelatihan Membatik untuk Pemula bersama Deutsche Schule Jakarta (DSJ)

Gambar 1. Foto Bersama Dosen dan Mahasiswa Kriya Tekstil dan Mode, Telkom University bersama Guru dan Siswa Deutsche Schule Jakarta dengan karya batik hasil workshop.
Sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus penguatan pendidikan lintas budaya, Telkom University berkolaborasi dengan Deutsche Schule Jakarta (DSJ) menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Membatik untuk Pemula bersama Deutsche Schule Jakarta”. Kegiatan ini memperkenalkan batik tidak hanya sebagai karya seni tekstil, tetapi juga sebagai medium pembelajaran budaya yang hidup dan relevan bagi generasi muda di lingkungan sekolah internasional. Melalui pendekatan partisipatif, siswa DSJ diajak mengenal sejarah dan filosofi batik sebagai warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di balik setiap motif dan proses pembuatannya.
Pelatihan ini dirancang sebagai pengalaman belajar langsung, di mana para siswa mempraktikkan teknik dasar membatik, mulai dari menggambar motif, mencanting, hingga proses pewarnaan dan penyelesaian karya. Didampingi oleh tim dosen Telkom University, peserta diberi ruang untuk bereksplorasi dan mengekspresikan ide kreatif mereka. “Kami ingin batik dipahami bukan hanya sebagai produk akhir, tetapi sebagai proses budaya yang sarat makna. Melalui praktik langsung, siswa dapat merasakan nilai kesabaran, ketelitian, dan kreativitas yang menjadi inti dari tradisi batik,” ujar salah satu dosen fasilitator dari Telkom University.
Antusiasme peserta terlihat dari keberagaman motif yang dihasilkan, yang memadukan unsur visual tradisional dengan interpretasi personal para siswa. Pihak DSJ menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan memperkaya pembelajaran seni di sekolah internasional. “Kegiatan ini membuka wawasan siswa kami terhadap budaya Indonesia secara lebih mendalam. Batik menjadi medium yang efektif untuk membangun rasa ingin tahu, apresiasi, dan dialog lintas budaya di lingkungan sekolah,” ungkap perwakilan guru seni DSJ.

Gambar 2. Proses workshop batik di ruang kelas
Sebagai puncak kegiatan, seluruh karya siswa dipresentasikan dalam sebuah pameran publik yang melibatkan komunitas sekolah, orang tua, dan tamu undangan. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga sarana komunikasi budaya antara siswa dan audiens. “Melihat siswa mampu menjelaskan proses dan makna karyanya kepada pengunjung menunjukkan bahwa pembelajaran budaya dapat berlangsung secara inklusif dan menyenangkan,” tambah perwakilan tim pengabdian. Melalui kegiatan ini, Telkom University dan Deutsche Schule Jakarta berharap kolaborasi seni dan pendidikan lintas budaya dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya yang berkelanjutan.