Sharing Knowledge; Workshop Pengolahan Bahan Sisa Kain Perca Denim dengan Teknik Sashiko
Dalam upaya mendukung gerakan keberlanjutan di industri fashion, diadakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk “Sharing Knowledge; Workshop Pengolahan Bahan Sisa Kain Perca Denim dengan Teknik Sashiko”. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mengolah dan mengeksplorasi kain perca denim pada tote bag jeans menggunakan teknik sashiko, sebuah teknik jahit tradisional Jepang yang dikenal karena detail dan ketahanannya. Mengusung tema sustainable, workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya upcycling dan keberlanjutan dalam industri fashion, dengan fokus pada pemanfaatan kain perca denim dan pengembangan ilmu pengolahan surface textile design menggunakan teknik Sashiko.
Pelaksanaan kegiatan abdimas dilakukan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024 dengan memanfaatkan salah satu ruang serba guna dan area semi outdoor dari Musat Space. Area ruang serba guna memiliki fasilitas meja dan kursi yang dapat digunakan oleh peserta dengan nyaman selama kegiatan berlangsung. Terlebih pada sesi workshop fasilitas ini akan membantu para peserta dalam proses memotong dan menjahit kain perca yang akan diproses. Kegiatan abdimas dibuka dengan sambutan dari pihak Musat Space yang diwakili oleh Muhammad Fikri Fadhil selaku Manager Musat Space.
Terdapat dua tahapan yang dilakukan pada pelaksanaan kegiatan inti abdimas ini, yaitu
1. Kuliah Umum
Pada sesi kuliah umum ini para peserta diberikan pengetahuan umum mengenai konsep Upcycling dalam pengolahan sisa limbah tekstil menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali dalam pembuatan produk baru. Dalam sesi kuliah umum ini juga para peserta diberi pengetahuan dasar mengenai teknik sashiko dan sticthing yang kemudian akan diaplikasikan dalam pengolahan kembali sisa material denim untuk menjadi elemen dekoratif pada produk aksesoris fashion.
2. Pelatihan
Dalam sesi pelatihan para peserta diberikan pengetahuan teknis dasar mengenai pengaplikasian teknik sashiko dan sticthing menggunakan material denim sebagai elemen dekoratif pada produk aksesoris fashion berupa totebag. Pengetahuan mengenai alat bahan dan pemahaman metode teknis disampaikan pada sesi ini sebagai harapan dapat menjadi pengetahuan tambahan yang dapat dilakukan secara mandiri di kemudian hari.
Tahap pertama pada sesi pelatihan ini masyarakat sasar diberikan materi mengenai pengenalan alat dan bahan yang digunakan dalam teknik sashiko dan sticthing oleh tim pelaksana abdimas. Beberapa alat utama yang digunakan seperti jarum dan benang dibahas secara spesifik terutama dari segi ragam jenis sesuai dengan kebutuhan pengaplikasiannya. Selain itu masyarakat dikenalkan juga dengan beberapa pola atau motif dalam teknik sashiko yang khas sehingga dapat dijadikan referensi atau inspirasi pada kegiatan praktik yang dilakukan.
Selanjutnya tahap kedua pada sesi pelatihan, masyarakat sasar diberikan tutorial mengaplikasikan teknik sashiko dan stitching pada material denim mulai dari tahap persiapan proses awal pembuatan pola, pemotongan material, sampai dengan penjahitan. Dikarenakan teknik sashiko dan stitching ini menggunakan benang dan jarum secara umum, sebagian besar peserta tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti. Hanya saja teknik sashiko ini memiliki pola atau motif yang khas, sehingga peserta perlu mengikuti jalur penjahitan benang sesuai dengan pola yang telah dibuat sketsa sebelumnya.
Tim abdimas:
Sigit Ramadhan, M.Sn.
Ahda Yunia Sekar F., M.Sn.
Gina Shobiro Takao, M.Ds.
Nabila Audina
Aleyda Nooraisyah Rahman
Kheisha Alea Shakila