Bachelor of Craft Textile and Fashion Telkom University

Event

Jan
11

Workshop Rework Produk Totebag dengan Teknik Patchwork Menggunakan Bahan Sisa berupa Kain Perca

Musat Space merupakan nama kedai kopi yang mengklaim sustainable coffe shop dan communal space di Bandung menjadi ciri khas tersendiri apabila interior disana merupakan hasil upcyling. Sudah berdiri sejak tahun 2018, Musat memiliki bangunan yang minimalis dan nyaman ini terletak di Jalan Cilaki No.45, Cihapit, Bandung. Tidak hanya menyediakan kopi, di dalam Musat Space terdapat roasted bar, cap roti buaya, dan tous beauty bar. Musat mulai mempekerjakan pegawai yang seidentifikasi dengan nilai dan budaya perusahaannya sehingga menciptakan pelayanan yang ramah dan kebersihannya terjaga. Musat Space memiliki beberapa program dengan tujuan menyelamatkan bumi. Di tahun yang sama dengan terbentuk nya Musat, mereka mulai memproduksi bamboo straw dan produk sustainable lainnya. Selain itu juga, Musat menggunakan plastik daur ulang dalam pembuatan kursi dan menggunakannya sebagai interior di dalam Musat Space. Sampai saat ini Musat memiliki banyak kesempatan untuk berkolaborasi dengan organisasi dan brand maupun para pelaku seni lainnya, dimana pada program ini mereka membuat kegiatan Sharing Knowledge yang mengusung tema sustainable di bidang apapun. https://youtu.be/uBtSSrKBdv0?si=DPks7ocsygQT0RiE Dalam kesempatan ini penulis ditawarkan untuk dapat mengisi kegiatan sharing knowledge dengan memberikan pengetahuan melalui workshop rework menggunakan Teknik Patchwork untuk para pengunjung Musat Space yang dating. Tempat ini sejauh pengamatan tim banyak didatangi tidak hanya remaja namun juga keluarga. Dari pihak Musat Space menginginkan untuk dapat bekerjasama melakukan pengolahan produk pakai tekstil yang unik dan jarang dilakukan. Karena Musat Space sendiri mengklaim bahwa mereka adalah sustainable coffe shop dan communal space di Bandung sehingga sangat mendukung bila adanya program workshop tema rework yang dilakukan di Musat Space. Sehingga kegiatan yang dibuat yaitu Workshop Rework Produk Totebag dengan Teknik Patchwork Menggunakan Kain Perca. Kain Perca sisa produksi ini digunakan sebagai bahan alternatif patchwork yang mudah didapatkan salah satunya dari bahan sisa produksi atau kain bekas pakaian. Kain perca tersebut dilihat masih dapat dioptimalkan sebagai media untuk membuat produk baru. Dalam kegiatan ini digunakan pendekatan teknik patchwork yaitu teknik menggabungkan kain perca yang memiliki motif dan warna yang berbeda menjadi bentuk baru. Namun kali ini teknik tersebut akan dipadukan dengan teknik sulam dan diaplikasikan secara baru dengan material produk pakai tekstil seperti tas totebag. Prinsip patchwork tetap menggunakan kain perca sisa produksi ataupun pakaian bekas. Dengan mengkombinasikan teknik patchwork dan sulam maka akan tercipta sebuah komposisi indah, abstrak dan unik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Kegiatan ini mendukung Sustainable Deevelopment Goals yang sedang dicanangkan oleh pemerintah dalam aspek Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Dimana penulis melakukan pengabdian masyarakat berupa sharing knowledge melalui workshop Rework Produk Totebag dengan Teknik Patchwork Menggunakan Kain Perca di sebuah kedai kopi yang secara tidak langsung membangun peran serta (engagement) para pengunjung kedai kopi untuk dapat mengoptimalkan sampah menjadi sebuah inovasi. ___ Tim Dosen: Aldi Hendrawan, S.Ds., M.Ds. (NIP : 14850044)  Ahda Yunia Sekar F, S.Sn., M.Sn (NIP : 20930017)  Gina Shobira Takao, S.Sn., M.Ds. (NIP : 22940037) ___

By tiartiarlrss | Event
DETAIL
Jan
09

PENGEMBANGAN PEMASARAN STARTUP PENDIDIKAN BINAR CALISTUNG MELALUI PELATIHAN BISNIS MODEL CANVAS DAN PERENCANAAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF

Pada tahun 2022, Tim Abdimas Kolaborasi Internal yang terdiri dari dari Fakultas Industri Kreatif dan Fakultas Rekayasa Industri melakukan kegiatan penyempurnaan rancangan craft kit serta menganalisa peluang pengembangan pemasaran digital untuk StartUp pendidikan Binar Calistung dan sudah memiliki dampak yang cukup signifikan dalam proses berjalannya bisnis StartUp pendidikan Binar Calistung saat itu. Melalui hal tersebut StartUp pendidikan Binar Calistung membutuhkan dukungan akademisi dalam rangka mencapai roadmap bisnisnya tetap berjalan. Secara umum solusi dan tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini terbagi ke dalam tiga tahap pelatihan yang berfokus pada pengembangan pemasaran melalui pemetaan bisnis model canvas dan branding, yaitu: (1) Tahap 1: Analisa kebutuhan pengembangan (2) Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif (3) Tahap 3 : Melakukan uji coba dan evaluasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya optimalisasi pemasaran digital dan branding melalui perencanaan bisnis yang lebih baik. Tahap 1: Analisa Kebutuhan Pengembangan   Sebelumnya tim pengabdian kepada masyarakat sudah melakukan analisa awal terkait opsi kebutuhan berdasarkan hasil evaluasi dari program abdimas tahun 2022 lalu. Berdasarkan evaluasi tersebut, mitra dinilai sudah cukup baik dalam menyajikan variasi konten media sosial. Konten pada media sosial sudah menampilkan konten dengan porsi yang baik sesuai branding StartUp pendidikan Binar Calistung yaitu sebagai StartUp di bidang pendidikan. Konten dalam media sosial  pun sudah diusahakan untuk ditampilkan dalam desain layout yang seragam sehingga memperkuat branding StartUp pendidikan Binar Calistung. Dibandingkan dengan penyajian konten pada tahun 2022, konten yang ditampilkan pada tahun 2023 sudah jauh lebih baik. Hanya saja penyusuan konten yang ditampilkan pada media sosial tersebut belum memiliki pola yang jelas dan monoton atau kurang menarik, sehingga engagement dengan pelanggan yang diharapkan belum tercapai secara optimal. Platform media sosial yang digunakan difokuskan pada platform Instagram sebagai platform media sosial utama dari StartUp pendidikan Binar Calistung.   Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif   Tahap selanjutnya adalah penyampaian materi pelatihan mengenai Business Model Canvas dan materi rencana pemasaran dengan membuat content planning pada media sosial mitra. Business Model Canvas terdiri dari Sembilan building blocks yang diolah menjadi sebuah format yang berhubungan satu sama lain. Sebagian ide dimulai dengan masalah mitra yang teridentifikasi dari hasil analisa sebelumnya, kemudian mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan memetakan kembali bisnis model yang dijalankan oleh StartUp pendidikan Binar Calistung. Pemaparan materi Business Model Canvas mengkategorikan 4 bagian pokok utama (Value Proposition, Konsumen, Infrastruktur, Profit Driver).   Tahap 3: Uji Coba dan Evaluasi   Tahapan terakhir adalah uji coba dan evaluasi content planning pada media sosial StartUp pendidikan Binar Calistung secara langsung selama 1 bulan untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut sebagai acuan continues improvement bentuk pemasaran selanjutnya. Berdasarkan data insight dari platform Instagram StartUp Binar Calistung, dapat dilihat bahwa adanya peningkatan dalam jumlah engagement rate sebanyak 33.1%, menjangkau akun sebanyak 9.589 atau mengalami kenaikan sebanyak 34.7% dari sebelumnya dengan jumlah total pengikut saat ini 34.4 ribu followers. Hal ini dapat dikatakan bahwa praktek pemasaran yang dilakukan oleh StartUp pendidikan Binar Calistung sudah membuahkan hasil ataupun kemajuan. Terima kasih kepada: Binar Calistung  ( Budiman & Nani Nurhasanah ) – Tim Pelaksana: Ketua: Rima Febriani S.I.Kom, M.A.B (NIP : 20880014)   Anggota: Widia Nur Utami B. S.Ds., M.Ds (NIP : 14880077) Dr. Fajar Ciptandi, S.Ds., M.Ds (NIP : 14860096 ) Anggota Mahasiswa: Agnes Herlyn Eka Putri (NIM : 1605202021) ——

By tiartiarlrss | Community Service . Event
DETAIL
Jan
09

Pengembangan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Workshop Play-Based Learning Dan Perancangan Produk Kriya Kreatif Untuk Mendukung Rencana Pengembangan Unit Usaha Sekolah

Pendidikan   merupakan   kebutuhan   pokok   bagi  setiap manusia. Pendidikan anak usia dini yang dimulai dari usia 0-6 tahun, merupakan fase Pendidikan yang paling penting sebagai dasar untuk pendikan-pendikan selanjutnya. Salah satu aspek penting dalam Pendidikan usia dini adalah berkembangnya kemampuan motorik halus secara optimal. Kemampuan motorik halus adalah perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan, yang umumnya terjadi lebih lamban dari perkembangan motorik kasar. Pentingnya melatih kemampuan motorik halus sangat disadari oleh TK Islam Cendekia Gemilang. Oleh karena itu, TK Islam Cendekia Gemilang aktif menyiapkan beragam kegiatan untuk melatih kemampuan motorik halus agar berkembang optimal, salah satunya dengan kegiatan menggambar. Namun sayangnya, kegiatan menggambar yang menjadi favorit para siswa/I lambat laun menjadi kegiatan yang monoton. Para staff guru pengajar membutuhkan varian kegiatan baru untuk mendorong semangat para siswa/I dalam menggambar. Melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan pendampingan kegiatan dengan menerapkan metode play-based leraning atau bermain sambil belajar, yang fokus pada hakekatnya seorang anak yang senang untuk bermain. Kegiatan ini akan menerapkan lima area permainan yaitu Creative  play, Dramatic  play, Exploratory  play, Manipulative  play, dan Sensory play sehingga kegiatan menggambar dapat menjadi lebih menarik dan memberikan variasi kegiatan untuk stimulus kemampuan motorik halus yang baru.  Hasil dari pendampingan ini berupa gambar yang kemudian akan diaplikasikan melalui teknik tekstil menggunakan kertas transfer (transfer paper) di atas permukaan produk. Produk yang akan dikembangkan adalah kaos seragam perpisahan siswa/i. Dengan mengaplikasikan gambar masing-masing pada produk yang akan digunakan untuk acara istimewa, diharapkan para siswa/I memiliki rasa kepemilikan yang tinggi sehingga dapat menjaga produknya dengan baik. Gambar anak yang khas dapat menjadi pemanis produk dan memberikan nilai estetika pada produk tersebut. Selain itu, kemudahan dan keterampilan mengaplikasikan kertas transfer (transfer paper) diharapkan dapat dikuasi oleh para staff guru pengajar guna membantu rencana pengembangan unit usaha sekolah. Para staff guru pengajar belum memiliki ide terkait pengembangan produk kreatif untuk dipasarkan pada unit usaha sekolah. Harapannya, melalui pendampingan ini, para staff guru pengajar dapat melanjutkan pengembangan terkait teknik dan produk kreatif tersebut. Terima Kasih Kepada : TK Insan Cendekian Gemilang dan Yayasan Berkah Madani Gemilang Aulia Rachmatya Astri Afrilia Tim Pelaksana : Ketua: Widia Nur Utami B. (NIP : 14880077) Anggota: Rima Febriani (NIP : 20880014) & Faradillah Nursari (NIP : 158800431) Anggota Mahasiswa: Reina Ramadhani (NIM : 1605201068) Juniar Angelin B. R. (NIM : 1605200025) Agnes Herlyn Eka Putri (NIM : 1605202021)

By tiartiarlrss | Community Service . Event
DETAIL
Nov
10

Kuliah Kerja Nyata Tematik Budaya Telkom University bersama Keraton Sumedang Larang

Pengembangan Inovasi Visual dan Digitalisasi Motif dan Ornamen Tradisi Keraton Sumedang Larang Keraton Sumedang Larangan didirkan pada abad ke-8, merupakan salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat dan memiliki sejarah yang cukup panjang. Saat ini meskipun keraton sudah tidak lagi memiliki kekuasaan secara politik, masyarakat adat masih tetap menghormati kehadiran keraton. Di tahun 2020 keraton Sumedang Larang resmi ditetapkan sebagai pusat kebudayaan sunda oleh pemerintah kabupaten Sumedang sebagai pusat kebudayaan sunda di Jawa Barat, keberadaan keraton Sumedang Larang diharapkan menjadi wadah dan pusat pelestarian kebudayaan di Sumedang. Salah satu produk budaya yang masih dilestarikan adalah Batik Kasumedangan. Saat ini Sumedang sudah memiliki sembilan motif atau ragam hias batik yang sudah dilegalkan ke dalam Perbup yaitu: Atawis Nanaga, Binongkasi, Lingga, Hanjuang, Terate, Cadas Pangeran, Ragam Hias Padjadjaran, Bunga Wijaya Kusuma dan Manuk Julang. Proses pembuatan ragam hias batik Kasumedangan mengacu pada keadaan geografis, sosial-ekonomi, dan budaya Sumedang. Berdasarkan hasil observasi pada Keraton Sumedang didapatkan informasi bahwa saat ini Keraton sedang menggiatkan kegiatan membatik dikalangan keraton dan masyarakat sekitar, dalam upaya pelestarian, pengembangan inovasi produk batik, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kerjasama dengan institusi pendidikan yang lekat dengan kegiatan penelitian. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan kajian dan pendataan berkaitan dengan Batik Kasumedangan yang sudah hampir punah dan saat ini sedang berkembang, hal ini bertujuan untuk menciptakan arsip desain motif batik di Keraton Kasumedangan. Selain itu pengembangan desain motif juga diperlukan dalam upaya mengenalkan kembali Batik Kasumedangan kepada khalayak umum, serta upaya adaptasi budaya dengan perkembangan jaman modern agar dapat diterima dengan pasar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menerapkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh dosen prodi Kriya Tekstil dan Fashion (dari Kelompok Keahlian Media and Craftmanship serta Kelompok Keahlian Deconstra) agar dapat diaplikasikan pada kebutuhan yang ada pada Keraton Sumedang Larangan. Diharapkan dengan pengabdian masyarakat ini, transfer ilmu dapat dilakukan berdampak secara baik kepada Keraton Sumedang Larangan dan untuk masyarakat Sumedang secara umum.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Jul
14

Sharing Knowledge “Workshop Veggie Stamp Bersama Kopi Toko Djawa”

Maraknya kedai kopi di Bandung membuat persaingan dagang semakin ketat. Tidak sedikit beberapa kedai kopi memiliki ciri khas baik dari racikan kopi yang unik sampai bangunan arsitekstur dan interior yang didesain sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana tertentu. Tak terkecuali kedai kopi ini yang sudah terkenal di Bandung yaitu Kopi Toko Djawa. Menggunakan bangunan kuno yang dahulunya adalah toko buku Djawa dan terletak di jalan Braga yang sarat akan bangunan-bangunan kuno menjadi ciri khas tersendiri apabila menikmati kopi disana. Tidak hanya mengandalkan penjualan kopi dan suasana, Kopi Toko Djawa juga memiliki sebuah program yang diberi judul “Sarapan Bareng” dimana pada program ini mereka membuat kegiatan Sharing Knowledge yang mengusung tema kreatifitas di bidang apapun. Dalam kegiatan ini mereka mengundang para crafter, designer, fotografer, penulis dan lain sebagainya untuk dapat berbagai ilmu dengan para pengunjung. Pengabdian masyarakat dalam bentuk Sharing Knowledge; Lokakarya Pengolahan Surface Design Textile dengan Teknik Stamp Menggunakan Bahan Sisa Sayuran” bersama masyarakat sasar Pengunjung Kopi Toko Djawa-Critical 11 Bandung, ini diwijudkan berdasarkan obervasi dan penyesuaian program. Pemilihan teknik juga didapat dari hasil observasi yaitu teknik stamp yang merupakan pendekatan teknik Printmaking dengan beberapa modivikasi yaitu pada material kain dan material alternatife berbahan sisa sayuran. Lokakarya akan dilakukan secara onsite dan pengunjung dapat belajar menegnai teknik stamp ini. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pegawai Kopi Toko Djawa dan beberapa pengunjung yang tretarik. Pada kegiatan ini pengunjung tidak dipungut biaya untuk mencoba teknik stamp. Kegiatan dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pagi yang dilaksanakan pada pukul 10:00 – 12:00 WIB dan sesi sore yang dilaksanakan pada pukul 13:00-15:00 WIB. Potensi keberlanjutan program ini akan dibuat dengan cara wawancara dan pengisian kuisioner feedback yang diberikan pada peserta lokakarya dan koordinator program. Kuisioner meliputi: kebermanfaatan wawasan dan ilmu pengetahuan yang diberikan, proses kegiatan, kejelasan penyampaian materi serta proses praktik pelatihan. Evaluasi ini menjadi pertimbangan kegiatan berikut dimasa yang akan datang sehingga lebih bermanfaat bagi Kopi Toko Djawa.

By ahdayuniasekar | Event
DETAIL
Jul
08

Workshop Natural Dyeing bersama Komunitas Bikin Lingkaran

Pembekalan Keterampilan Pewarnaan dan Dekorasi Kain Menggunakan Pewarna Alami kepada Ethical Fashion Enthusiast di Komunitas Bikin Lingkaran    Terhitung sejak 2019 yang lalu, tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Kriya, Telkom University telah bermitra dengan Komunitas Bikin Lingkaran yang beralamat di Jl. Bahagia Permai III No.38, Margasari, Kec. Buahbatu Kota Bandung Jawa Barat. Program yang diberikan meliputi keterampilan yang berhubungan dengan teknik Kriya Tekstil dan materi Pengembangan Diri. Pada awal tahun 2022, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum serta isu global yang berhubungan dengan dampak pencemaran lingkungan. komunitas Bikin Lingkaran merasa perlu untuk lebih berperan serta mendukung program yang digalakkan oleh Pemerintah. Adanya kecenderungan untuk membahas fashion ramah lingkungan pada tataran anggota Komunitas Bikin Lingkaran, menghasilkan kesepakata keberlanjutan program pembekalan keterampilan dengan topik bahasan spesifik yang mengarah ke pengolahan kain berbahan alam. Berdasarkan pemaparan masalah yang dihadapi oleh Komunitas Bikin Lingkaran serta melihat fenomena lingkungan saat ini, maka solusi kegiatan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut: Membuat program pengembangan kreativitas bagi peserta sasar dalam upaya melaksanakan visi misinya. Peningkatan daya kreativitas pada Komunitas BIkin Lingkaran dengan memberikan pembekalan keterampilan pewarnaan dan dekorasi kain menggunakan pewarna alam. Teknik pencelupan dan teknik eco print akan menjadi dua teknik utama yang akan diberikan kepada masyarakat sasar. Potensi Ide Bisnis Melakukan pendampingan berupa konsultasi peluang bisnis yang dapat dilakukan oleh para peserta sasar untuk dapat dikembangkan dikemudian hari. Potensi bisnis salah satunya berupa peluang membuat selendang dan juga lembaran kain dekoratif untuk produk fashion. Pada program yang diajukan tahun ini, materi teknik Kriya Tekstil yang akan diberikan dan sesuai dengan fokus agenda ialah Pewarnaan dan Dekorasi Kain menggunakan Pewarna Alam. Adapun teknik pewarnaannya dibatasi pada teknik celup. Metode pelaksanaan kegiatannya adalah Pelatihan dan Pendampingan secara intensif dengan harapan materi tersampaikan dengan baik, sehingga peluang keberlanjutan program dapat terealisasi sesuai rencanai. - Terima kasih kepada: Komunitas Baguest Syahida Nisa A., S.Sn., M.Ds. Studio Birla Tim Pelaksana: Ketua: Citra Puspitasari, S.Ds., M.Ds. Anggota: Morinta Rosandini, S.Ds., M.Ds. Widia Nur Utami Bastaman, S.Ds., M.Ds Anggota Mahasiswa:  Shela Rahayu Hasannah Maulida Nur Rachman Gabriella Angeliehaga D.
By widianur | Community Service . Event
DETAIL
Jul
06

Pengabdian Masyarakat – Strategi Pembentukan Inovasi Bisnis Model untuk UMKM ‘CRAZYLITTLEPARTYCLUB’

Saat ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi dengan pencapaian sebesar 60%. Pertumbuhannya dapat dikatakan sangat pesat apalagi pada masa pandemi COVID – 19 seperti sekarang. Setiap bentuk bisnis yang akan dibangun sebaiknya dilengkapi dengan perencanaan bisnis itu sendiri agar perkembangan bisnis lebih jelas. Namun banyak pelaku UMKM yang umumnya fokus membangun inovasi produk tetapi belum paham tentang model bisnis. Agar UMKM semakin memberi dampak positif dan dapat terus berkembang, maka diperlukan adanya strategi pengembangan pada UMKM salah satunya dengan menjalankan model bisnis yang baik. Peserta sasar kali ini adalah UMKM CRAZYLITTLEPARTYCLUB yang merupakan salah satu UMKM atau Start Up brand lokal yang baru terbentuk pada tahun 2021. UMKM ini fokus bergerak dalam jasa desain dan pembuatan bingkisan ulang tahun untuk anak – anak. Dengan tidak adanya dasar keilmuan pada bidang kewirausahaan dan bisnis dari owner UMKM CRAZYLITTLEPARTYCLUB, UMKM ini dirasa memiliki progress pengembangan yang rendah. Melihat adanya potensi dalam pengembangan bisnis ini terutama pada saat pandemi, menjadikan salah satu alasan tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom tertarik bekerjasama dalam menganalisa dan membentuk bisnis modelnya agar UMKM ini dapat terus berkembang dan mencapai target capaiannya. Diharapkan dengan diberikannya pengetahuan mengenai dasar ilmu mengenai kewirausahaan dalam bentuk coaching, peserta sasar dapat mengembangkan potensi creativepreneur dan menjadi UMKM yang tumbuh dengan baik.
DETAIL
Jun
10

Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internal dengan mitra Startup Pendidikan “Familia Kreativa”

Strategi Peningkatan Layanan Konsumen pada Startup Pendidikan Familia Kreativa Di Masa Pandemi Berupa Perancangan Media Belajar Kreatif, Pengembangan Strategi Bisnis Berbasis Analitik Data, dan Optimalisasi Website dengan Fitur E-Commerce Global Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi Covid-19, khususnya pendidikan anak usia dini dan dasar. Pada awal pandemi ribuan Sekolah PAUD dan Sekolah Dasar ditutup sementara, murid dan guru ‘dipaksa’ untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring. Banyak sekolah belum siap beradaptasi pada transisi metode belajar daring sehingga menyebabkan program sekolah menjadi tidak efektif. Tugas mengajar berpindah kepada orang tua, orang tua menjadi guru sekolah bagi anaknya di rumah. Orang tua dari kalangan milenial, yang lebih cakap akan penggunaan teknologi, mencari alternatif lain untuk membantu proses belajar anak di rumah. Lembaga Pendidikan non-formal menjadi pilihan yang banyak ditempuh oleh orang tua. Startup Pendidikan Familia Kreativa menjadi salah satu komunitas sekaligus brand yang diminati oleh orang tua. Mengingat Familia Kreativa merupaka salah satu pegiat home schooling sejak lama. Namun saat ini Familia Kreativa memilki keterbatasa sumber daya manusia dan keterbatasan pengetahuan dalam mengembangan media dan platform ajar dengan semakin meluasnya konsumen, bahkan hingga ke mancanegara. Dalam upaya meningkatkan layanan pada konsumen dan mendukung sarana pembelajaran Familia Kreativa maka dibutuhkan adanya pengembangan media ajar, pengembangan strategi bisnis yang tepat, serta pengembangan website yang mampu mengakomodir kebutuhan konsumen domestik maupun mancanegara. terutama dalam beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini. Secara umum solusi dan tahapan kegiatan pengabdian terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu: (1) Tim 1 : Merancang media ajar kreatif berbasis craft dan kreativitas; (2) Tim 2 : Pengembangan strategi bisnis berbasis analitik data; (3) Pengembangan website dengan fitur e-commerce global   Luaran dari pengabdian masayarakat ini adalah : (1) Terciptanya media ajar kreatif yang dapat digunakan dalam mendukung pembelajaran anak usia 3 - 9 tahun dengan konsep open-ended, yaitu craft kit "Amazing Tie Dye" dengan menawarkan tiga teknik perintang yang berbeda dan dengan warna yang berbeda-beda. Tim 2 melakukan analisis data terhadap data aktivitas akun Instagram Startup Pendidikan Familia Kreativa. Analisis dilakukan: Terhadap profil akun Instagram Startup Pendidikan Familia Kreativa Terhadap rata-rata keterkaitan (engagement) berdasarkan horizon waktu Terhadap waktu posting dan reaksi pengikut terhadap aktivitas akun tersebut Serta analisis tambahan berupa jenis media yang dipublikasikan, tags and mentions, serta hastags yang digunakan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka tim memberikan rekomendasi strategi bisnis untuk Startup Pendidikan Familia Kreativa, khususnya yang terkait dengan optamilisasi akun media sosial Instagram, yaitu: Akun @familiakreativa memiliki tingkat keterlibatan yang sedikit di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan akun dengan segmen serupa. Jumlah konten yang lebih interaktif dapat meningkatkan tingkat keterlibatan Waktu posting perlu diperhatikan dengan memperhatikan waktu aktivitas followers. Rekomendasi: posting pada jam mendekati waktu istirahat dan di akhir pekan Penggunaan hashtag terkait kegiatan, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing, perlu dipertahankan Perlu mempertimbangkan untuk melengkapi deskripsi bio dengan kegiatan inti bisnis. Tim 3 melakukan pembangunan website ecommerce pada  Startup Pendidikan Anak Familia Kreativa. Hasil dari pembangunan website e commerce adalah sebagai berikut.
DETAIL
Apr
14

Pengumuman Peraih Beasiswa Siswa Mitra 2022

Pada tahun 2022 ini program seleksi Beasiswa Siswa Mitra kembali dilaksanakan secara full online, dari mulai pendaftaran, seleksi sampai dengan tahap pengumuman peraih beasiswa. Program Beasiswa Siswa Mitra 2022 merupakan kali ke-7 agenda tahunan Program Studi Kriya FIK Telkom University ini dilaksanakan. Program ini digagas secara mandiri oleh dosen-dosen di Prodi Kriya dengan tujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa tingkat akhir agar dapat berkarya secara optimal dengan memberikan bantuan dana yang dapat digunakan untuk keperluan riset dan produksi karya Tugas Akhir. Dengan format panggilan terbuka bagi seluruh mahasiswa tingkat akhir tahun 2022, diperoleh 8 orang pendaftar yang kemudian memasuki tahapan pertama seleksi administrasi. Setelah melewati tahap seleksi administrasi berupa rekam prestasi akademik dan portfolio, kedelapan orang peserta memasuki tahap selanjutnya yaitu wawancara dengan Prodi Kriya yang diwakili oleh Ibu Morinta Rosandini, Ibu Widia Nur Utami dan Pak M. Sigit Ramadhan. Pada tahap wawancara tersebut tim dosen berkenalan lebih dalam terkait kondisi pribadi dan keluarga, serta melayangkan beberapa pertanyaan seputar sikap, visi dan komitmen, potensi akademik, serta empati dan aktivitas para peserta. Hingga akhirnya setelah melalui proses pembahasan akhir, tahun ini diperoleh dua nama yang memenuhi kriteria yang telah dirumuskan oleh tim dosen Prodi Kriya. Selamat kami ucapkan kepada Qelmille Dewi Amanah Balqis dan Tri Yuri Sakinah Aprilita yang menjadi peraih Beasiswa Siswa Mitra tahun 2022 berupa dana pengembangan Tugas Akhir masing-masing sejumlah Rp. 3.500.000,-. Qelmille atau yang sering disapa Iqel ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang memiliki prestasi akademik dengan IPK 3.9 hingga semester 8 ini. Iqel yang cukup aktif di kegiatan kemahasiswaan seperti HIMAMIRA dan Senior Residents, pada tahun kemarin juga telah mendapatkan sertifikasi profesi Fashion Designer dan Fashion Stylist dari BNSP dengan penyelenggara LSP Mode Indonesia. Saat ini Iqel sedang menjalankan Tugas Akhir dengan fokus pemanfaatan limbah sisa produksi anyaman pandan Rajapolah Tasikmalaya. Sedangkan Yuri yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara asal Palembang ini sudah mencetak prestasi sejak duduk di bangku sekolah dan pernah mewakili Indonesia untuk menjadi delegasi pada acara Asian Youth International Model United Nations 2017 Kuala Lumpur untuk menampilkan budaya Palembang. Pada tahun kemarin Yuri dipercaya untuk menjadi desainer Batik Siger dalam fashion show ISEF 2021. Saat ini Yuri sedang menjalankan Tugas Akhir dengan fokus mengembangkan budaya Palembang yang diaplikasikan pada busana anak modern. Iqel dan Yuri akan berkesempatan untuk melakukan pengembangan diri dan melatih softskill-nya melalui program magang di Prodi selama kurang lebih enam bulan. Semoga di tahun-tahun berikutnya Program Beasiswa Siswa Mitra ini dapat memberikan manfaat yang lebih banyak untuk mahasiswa Program Studi Kriya Telkom University. – MGR  

By sigitrmdhn | Beasiswa . Event . Kemahasiswaan Prodi
DETAIL
Nov
25

Mask connector dan Mask Strap Pendukung Sanitasi Covid 19

Pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 ini mengakibatkan beberapa dampak negatif atau kerugian besar, terutama oleh santri, alumni dan masyarakat sekitar Pesantren Sirojul Huda, Soreang. Kerugian tersebut seperti terjadinya PHK besar-besaran, terjadinya penurunan daya beli yang mengakibatkan menurunnya pendapatan para pekerja harian lepas, pelaku UMKM serta usaha. Pandemi Covid-19 juga mengakibatkan berubahnya gaya atau style yang cukup drastis terhadap fashion, seperti wajib memakai masker, face shield dan beberapa upaya perlindungan diri atau dapat dikatakan juga sebagai sanitasi. Namun meskipun begitu, kita tetap dapat mengekspresikan diri dengan memakai pakaian yang fashionable namun tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan aksesoris fashion yang dapat menjadi suatu peluang usaha baru yang berkelanjutan dan diminati pada era pandemi Covid-19 ini. Berdasarkan potensi tersebut maka kami mengajak santri, alumni pesantren dan masyarakat sekitar pesantren ikut dalam kegiatan workshop pengembangan produk fashion mask connector dan mask strap dengan kreasi teknik crochet di Pesantren Sirojul Huda Yang berlokasi di Parung- Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya kegiatan ini. Para santri di ponpes menyambut dengan antusias tinggi pada kegiatan pembelajaran teknik crochet ini, meski pun teknik ini rumit. Selain untuk penambahan pengetahuan kegiatan ini ditujukan untuk membuat berbagai    macam produk sanitasi kerajinan tangan yang fashionable dan memiliki nilai jual tinggi karena produk tersebut sedang sangat diminati seperti mask strap dan mask connector dengan teknologi sederhana untuk mempresentasikan produk agar menarik untuk dijual secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ekonomi kreatif di pesantren Sirojul Huda dan warga lingkungan sekitar. Konsep ini diharapkan dapat menjadi kegiatan positif bagi santri, alumni, dan warga sekitar dalam mengisi waktu luang yang bermanfaat dan produktif sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Nov
25

Berkreasi Menghasilkan Produk Kriya dan Menciptakan Peluang Usaha Kecil Mandiri Berbasis Komunitas

Kondisi masyarakat yang minim kesadaran akan pentingnya pendidikan, kurang terserapnya informasi yang baik tentang pengasuhan anak, serta kemampuan ekonomi yang rendah, menjadi faktor yang menyebabkan hampir 30-40% masyarakat sekitar Kecamatan Batujajar tidak mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan hingga ke sekolah lanjutan. Sehingga tidak jarang ditemukan siswa yang selepas SMP atau SMA memutuskan untuk bekerja. Namun, dengan kurangnya keterampilan dan pengalaman yang dimiliki menjadikan mereka bekerja hanya bisa bekerja dengan kemampuan seadanya. Hal yang memprihatinkan tersebut menjadi salah satu latar belakang perlunya pembekalan pengetahuan dan keterampilan tambahan sebagai modal para siswa untuk terjun ke masyarakat. Masyarakat sasar pada kegiatan ini adalah siswa-siswi anak asuh yang menjadi binaan Batujajar Community Care. Sebagai realisasi nyata, Batujajar Community Care turut berpartisipasi membangun karakter bangsa melalui berbagai kegiatan kreatif yang dikhususkan untuk anak dan remaja. Abdimas yang dilaksanakan oleh tim Universitas Telkom bekerjasama dengan mitra Batujajar Community Care ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya di bulan April 2020. Diharapkan dengan diberikannya pengetahuan mengenai bagaimana mempersiapkan produk kreatif layak jual dan wawasan dasar ilmu mengenai kewirausahaan, masyarakat sasar dapat mengembangkan potensi creativepreneur dengan menggagas ide bisnis usaha kecil mandiri berdasarkan produk kreatif yang dihasilkan komunitas.Target luaran dari kegiatan ini adalah publikasi populer di website / blog, serta target luaran tambahan berupa prototipe drawstring bag yang telah dievaluasi serta rancangan konsep ide bisnis berbasis komunitas disertai dokumentasi lengkap berupa foto dan video.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL

Abdimas Pelatihan Surface Design bagi Warga Binaan Rutan Perempuan Kelas IIA Bandung

PELATIHAN PENERAPAN SURFACE DESIGN DENGAN TEKNIK STAMPING DAN HAND EMBROIDERY PADA PRODUK BAGI WARGA BINAAN RUTAN PEREMPUAN KELAS IIA (BANDUNG, 2021) Kreatifitas tidak terbatas dari teknologi, dengan alat dan media sederhana dapat menghasilkan produk yang memiliki keunikan. Cara mengolah dan teknik penerapan yang tepat dapat menghasilkan produk yang menarik. Teknik aplikasi atau surface design berupa dan hand embroyderi merupakan teknik yang mudah diterapkan dan sangat sederhana dipelajari bagi pemula. Kegiatan pengabdian ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, pelatihan ini melatih mengolah benda sederhana yang ada disekeliling kita menjadi sebuah media gambar pada produk. Dengan keahlian dasar berupa jahit yang sudah dimiliki masyarakat sasar diharapkan dapat dikembangkan berupa hand embroyderi sebagai motif pada permukaan produk. Pelatihan ini akan diberikan kepada warga binaan rutan perempuan kelas IIA-Bandung yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya. Warga binaan ikut aktiv dalam kegiatan rutan yang berhubungan dengan pelatihan sebagai pembekalan pengetahuan dan keahlian secara mandiri maupun berkelompok. Diharapkan kegiatan pelatihan ini mampu menambahkan kemampuan dalam keterampilan dan membuat produk sederhana yang berdaya jual sebagai bekal sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Nov
12

Pelatihan Teknik Shibori menggunakan Pemutih Pakaian pada Kelompok Ibu PKK Desa Mekarwangi

Shibori merupakan salah satu teknik ikat celup khas negeri Sakura, Jepang yang termasuk dalam teknik reka latar. Teknik Shibori memanfaatkan rintangan berupa ikatan dan lipatan dalam proses pewarnaan untuk mendekorasi permukaan tekstil. Teknik ini merupakan eksplorasi dari beberapa proses menjahit, melipat dan mencelup. Di Indonesia terdapat teknik yang mirip denga Shibori yaitu teknik Sasirangan dan Jumputan, tetapi yang membedakannya adalah nama disetiap teknik menjahit dan melipatnya yang akan menciptakan motif-motif khas Shibori. Motif yang diciptakan dengan teknik Shibori ini beragam, ada yang bersifat abstrak, geometris hingga naturalis. Semua ini tergantung dengan jenis lipatan dan jahitan yang diterapkan. Oleh karena itu teknik Shibori tidak hanya membuat sebuah produk menjadi lebih menarik namun juga dapat menambah harga jual karena tidak jarang teknik ini memiliki nilai kerajinan tangan. Sehingga teknik ini memiliki potensi yang besar di dalam industri kreatif saat ini. Pengenalan akan teknik Shibori dapat dijadikan sebuah keahlian yang mampu membuka peluang usaha mandiri. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, inovasi terhadap teknik Shibori kini semakin beragam dan membutuhkan alat dan bahan yang beragam pula sehingga kurang terjangkau untuk sebagian kelompok masyarakat. Oleh karena latar belakang tersebut maka tercetuslah sebuah pemanfaatan produk rumah tangga yang mudah dijangkau oleh masyarakat, untuk dijadikan bahan utama dalam mengolah tekstil dengan teknik Shibori. Salah satu produk rumah tangga yang akan digunakan adalah obat kelantang atau biasa disebut pemutih pakaian yang terdapat banyak di warung atau toko. Pemutih pakaian yang mengandung klorin dan kalium karbonat merupakan senyawa yang ampuh membersihkan noda pada pakaian. Bahan ini juga digunakan untuk membunuh bakteri dan kuman pada pakaian dalam waktu yang singkat. Manfaat dari kandungan pemutih pakaian ini ternyata dapat digunakan juga untuk membuat dekorasi motif kain dengan teknik Shibori. Pelatihan penerapan produk rumah tangga pemutih pakaian sebagai bahan utama dengan teknik Shibori ini akan di lakukan pada kelompok ibu PKK Rt 01 Rw 04 di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. Sebagian besar anggota kelompok ibu PKK ini adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja mengurus rumah dan tidak memiliki pekerjaan tetap atau usaha. Latar belakang Pendidikan yang rendah berdampak pada kurangnya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki untuk dijadikan peluang usaha. Rata-rata mereka bekerja menjadi asisten rumah tangga sebagiannya lagi tidak bekerja dan hanya di rumah. Dengan menggunakan bahan yang sederhana, murah dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan mereka, pelatihan teknik dasar surface textile design ini diharapkan dapat memberikan keterampilan baru dan membuka peluang uasaha baru untuk kelompok ibu PKK tersebut.   Keywords: Shibori, Produk rumah tangga, Pemutih pakaian Tim Pelaksana Ahda Yunia Sekar F, S.Sn., M.Sn. (NIP. 20930017) Marissa Cory A. Siagian, S.Ds., M.Sn. (NIP. 11860114) Rima Febriani, S.I.Kom., MBA (NIP. 20880014) Farsya Salsabilah Arifah (NIM. 1605194072) Aidha Kartika Putri (NIM. 1605194081) dokumentasi Pengabdian Masyarakat
By ahdayuniasekar | Community Service . Event
DETAIL
Jun
18

Pembekalan Keterampilan dan Wawasan Kriya Tekstil sebagai Strategi untuk Mendukung Pengembangan Program Tanggap Isu Sosial Komunitas Bikin Lingkaran

Bikin Lingkaran adalah sebuah perpanjangan tangan dari Yayasan Rumah Cerdas Muslim (RCM) yang dikhususkan untuk pemudi. Bikin Lingkaran bergerak dalam berbagai bentuk kegiatan positif dalam rangka mengajak pemudi untuk mandiri dan berkarya. Bikin Lingkaran menjadi jembatan untuk remaja khususnya pemudi untuk tetap berkarya dan berprestasi di zaman milenial ini dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam. Komunitas Bikin Lingkaran juga berfokus pada isu-isu sosial yang berkembang di kalangan remaja, salah satunya adalah isu lingkungan. Saat ini isu lingkungan di Kota Bandung yang sedang banyak disoroti adalah penggunaan kantong belanja plastik yang masih digunakan oleh masyarakat untuk membawa barang. Namun selama pandemi ketergantungan masyarakat pada layanan antar atau pengiriman untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari semakin meningkat. Berdasarkan data dari Harian Kompas (2020) disebutkan juga bahwa penggunaan plastik selama pandemi diperkirakan meningkat hingga 80% dikarenakan masyarakat lebih banyak tinggal di rumah. Kondisi ini mendorong Komunitas Bikin Lingkaran untuk lebih tanggap terhadap isu sosial yang sedang terjadi saat ini, dengan mewujudkan re-usable shopping bag. Sehingga dapat meningkatkan kepedulian mereka akan pentingnya menjaga lingkungan dan lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan kantong belanja berbahan plastik. Agar penggunaan re-usable shopping bag ini dapat dipergunakan secara optimal, para anggota Komunitas Bikin Lingkaran akan dibekali dengan keterampilan Kriya Tekstil sehingga dapat membuat re-usable shopping bagnya sendiri secara DIY (Do-It-Yourself). Diharapkan dengan membuat produknya secara DIY, produk menjadi lebih variatif dari segi desain dan tentunya dapat menampilkan identitas si pembuat. Dengan begitu akan memberikan rasa kepuasan tersendiri atas produknya dan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih kuat dan dapat terus digunakan dalam keseharian masyarakat sasar di kemudian hari. Dari berbagai teknik Kriya Tekstil yang dapat diaplikasikan, DIY Stamp adalah salah satu yang dapat diaplikasikan untuk pembuatan produk re-usable shopping bag. DIY stamp adalah teknik reka latar (surface textile design) yang mengaplikasikan tinta tekstil dengan cap buatan sendiri ke atas permukaan kain. Menariknya dari teknik ini adalah kekuatan motif yang dapat dihasilkan dari berbagai cap yang digunakan, seperti penggunaan alat-alat rumah tangga, peralatan makan, atau benda apapun di sekitar rumah yang dapat digunakan sebagai cap tersebut. Alat-alat tersebut mudah didapatkan di rumah dan tentunya menghasilkan beragam motif yang unik. Dengan menggunakan beragam peralatan tersebut, memungkinkan bagi para anggota Bikin Lingkaran untuk tetap melakukannya secara aman dari rumah. Dengan berkreasi dari rumah, kami pun berharap sedikit banyak dapat memberikan aktivitas produktif yang memicu kreativitas sehingga mengurangi stress atau kebosanan selama masa pandemi ini. Serta yang terpenting adalah optimalisasi penggunaan produk ini dalam keseharian masyarakat sasar. Kata kunci: DIY Stamp, re-usable shopping bag, peduli lingkungan Video sharing knowledge dan workshop pendampingan dapat disimak selengkapnya pada: Terima kasih kepada: Tim Bikin Lingkaran dan para anggota Syahida Nisa, selaku perwakilkan Bikin Lingkaran Tim pelaksana: Widia Nur Utami Bastaman, S.Ds., M.Ds / NIP. 14880077 Morinta Rosandini, S.Ds., M.Ds / NIP. 14860089 Fajar Ciptandi, S.Ds., M.Ds / NIP. 14860096 Khansa Khairunnisa / NIM.160518104 Shofi Rifatul Imamah / NIM.1605184037 Dokumentasi kegiatan:
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Jun
17

Abdimas Perancangan Desain Seragam sebagai Media Branding untuk Mitra Dampingan Komunitas Kopi Ambeu Preanger, Pangalengan

Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia membuat segala lini kehidupan kita terdampak. Termasuk UKM mitra Komunitas Petani Kopi Ambeu Preanger di Pangalengan. Beruntung, kita hidup di era digital yang memungkinkan aktivitas yang bersifat fisik untuk sementara waktu dipindahkan. Media sosial, adalah salah satu contohnya. Selain untuk memperluas pertemanan, mencari hiburan, dan memperluas wawasan, media sosial pun telah menjadi semacam ‘market place’ atau semacam ‘etalase digital’ yang oleh banyak orang dimanfaatkan untuk mempromosikan atau menjual sesuatu—terlebih di masa pandemi ini. Selain itu media social juga digunakan untuk mengunggah konten yang berguna sebagai branding dan peningkat brand awareness. Konten yang berkarakter, unik, dan “catchy” lebih mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat. Faktor-faktor tersebut dapat direpresentasikan lewat berbagai cara, salah satunya melalui seragam. Selain meningkatkan tampilan yang lebih professional, menumbuhkan loyalitas serta kebanggan, seragam pun berperan sebagai identitas pembeda. Hal tersebut melatar belakangi tim untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Perancangan Desain Seragam Sebagai Media Branding Untuk Mitra Dampingan Komunitas Kopi Ambeu Preanger, Pangalengan. Tim berharap kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan brand awareness serta menguatkan karakter, yang berdampak positif bagi mitra sasar tersebut .
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Jun
10

Pelatihan Pengolahan Material Embellishment Sisik Ikan dan Cangkang Kerang sebagai Cinderamata untuk Warga Binaan Perempuan Rutan Kelas IIA

Kali pertama Telkom University- Prodi S1 Kriya mendapat kesempatan melaksanakan pelatihan kepada masyarakat dilingkungan rutan perempuan kelas IIA-Bandung. Pelatihan ini diikuti oleh warga binaan dengan berbagai latar belakang Pendidikan dan pekerjaan sebelumnya. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pelatihan pengolahan material olahan berupa sisik ikan dan cangkang kerang sebagai material embellishment yang diharapkan sebagai pengembangan produk berupa cinderamata. Warga binaan ikut aktif dalam kegiatan rutan yang berhubungan dengan pelatihan sebagai pembekalan pengetahuan dan keahlian secara mandiri maupun berkelompok. Diharapkan kegiatan pelatihan ini mampu menambahkan kemampuan dalam keterampilan dan membuat produk sederhana yang berdaya jual sebagai bekal sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Jun
01

Pelatihan Membuat Tote Bag Multifungsi di Pesantren Sirajul Huda Kab. Bandung

Bepergian, jalan-jalan, berbelanja atau bahkan beraktivitas lainnya; kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu produk fashion yang umumnya digunakan sehari-hari yaitu tas. Fungsi tas ditinjau dari aspek fungsional ialah untuk menyimpan benda-benda yang perlu dibawa dalam suatu kegiatan atau aktivitas.  Jenis, ukuran, bentuk, warna, material hingga detailnya sangatlah beragam.  Salah satu jenis tas yang cukup banyak digunakan sehari-hari yaitu tote bag, tas ini umumnya berbentuk sederhana walau pada perkembangannya saat ini sudah mulai banyak yang mengkreasikannya. Kreasi tote bag salah satunya dapat dilakukan dengan pengembangan desain, teknik menjahit dan penerapan elemen dekoratif. Kreasi dan pengembangan tote bag tersebut di atas telah dilakukan oleh Dosen Prodi Kriya Telkom University dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren (PonPes) Sirojul Huda yang bertempat di Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung. PonPes ini merupakan salah satu pondok pesantren yang sedang mengembangkan kompetensi santri dan warga sekitarnya  dalam bidang menjahit, para santri telah memiliki keterampilan menjahit sederhana dan mampu memproduksi produk berupa masker kain dan hijab instan. Untuk menambah varian produk yang dihasilkan, maka para santri dan warga sekitar memerlukan alternatif pengembangan produk serta keterampilan yang dapat memberikan sumber pendapatan lain, untuk itu kegiatan ini diselenggarakan. Kegiatan tersebut dilakuan pada bulan Mei 2021, selama dua hari dengan peserta sekira 18 orang yang terdiri dari pengurus, santri dan masyarakat sekitar. Mengingat masa pandemi ini belum sepenuhnya berakhir, sehingga dalam pelaksanaannya yang dilakukan secara tatap muka telah mempertimbangkan aspek protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, serta membatasi jumlah peserta. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, keterampilan dan alternatif produk tas serta dapat meningkatkan penghasilan serta kesejahteraan bagi para santri dan warga sekitarnya.
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Jun
01

Sharing Knowledge “Kreatif Berkarya Mengolah Produk Tekstil dan Menciptakan Peluang Usaha Kecil Mandiri di Era Pandemi”

Berkembangnya tren pada busana ramah lingkungan di Indonesia membuat jenis busana yang tergolong dalam sustainable fashion menjadi komoditas yang potensial untuk menguasai pasar lokal dan internasional. Pemerintah terus berupaya memberikan dukungan terhadap para pelaku industri kreatif di tanah air sebagai langkah nyata membangun ekonomi masyarakat. Menyadari potensi tersebut kami melihat peluang untuk berkolaborasi terhadap beberapa komunitas dalam memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan produk tekstil yang dapat menggerakan perekonomian masyarakat dengan mencipatakan peluang usaha kecil mandiri. Bekerjasama dengan Komunitas Bikin Lingkaran, tim dosen Kriya Tekstil dan Mode - Fakultas Industri Kreatif mengadakan sharing knowlegde dan workshop secara daring mengenai pengolahan prduk tekstil dengan teknik surface design sebagai peluang membangun usaha kecil mandiri. Bikin Lingkaran adalah sebuah komunitas perpanjangan tangan dari Yayasan Rumah Cerdas Muslim (RCM) yang dikhususkan untuk pemudi. Komunitas ini bergerak dalam berbagai bentuk kegiatan positif dalam rangka mengajak pemudi untuk mandiri dan berkarya. Adapun manfaatnya adalah agar remaja di Indonesia, dan khususnya angota Komunitas Bikin Lingkaran selaku masayarakat sasar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang perkembangan dunia fashion, serta praktek pengolahan produk fashion  menjadi suatu produk kreatif yang layak untuk dipasarkan. Serta wawasan mengenai dasar-dasar kewirausahaan sederhana yang aplikatif. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Komunitas Bikin Lingkaran, Yayasan Rumah Cerdas Muslim dengan metode daring. Kata kunci: tren fashion Indonesia, pengolahan teksil surface design,  kreatif, produktif, usaha kecil mandiri, new normal   Video Rekaman Sharing Knowledge “Kreatif Berkarya Mengolah Produk Tekstil dan Menciptakan Peluang Usaha Kecil Mandiri di Era Pandemi” dapat disimak secara lengkap pada akun YouTube S1 Kriya Tel U dengan link : https://www.youtube.com/watch?v=PzsJ638ZJKY   Terima kasih kepada : Tim Bikin Lingkaran dan para anggota Syahida Nisa, selaku perwakilan Bikin Lingkaran Tim Pelaksana : Rima Febriani, S.I.Kom, MBA / 20880014 (Ketua) Ahda Yunia Sekar, S.Sn, M.Sn / 14850088 (Angota) Prafitra Viniani, S.Ds, M.Sc / 14880077 (Anggota) Nabilla Syarah / 1605170003 (Anggota) Nurulizza Shariati / 1605174019 (Anggota)
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL
Mei
24

Pelatihan Teknik Cetak pada Material Tekstil untuk Perancangan Produk Berbasis Kriya sebagai Upaya Pemberdayaan Komunitas

Kondisi masyarakat yang minim kesadaran akan pentingnya pendidikan, kurang terserapnya informasi yang baik tentang pengasuhan anak, serta kemampuan ekonomi yang rendah, menjadi faktor yang menyebabkan hampir 30-40% masyarakat sekitar Kecamatan Batujajar tidak mendorong anaknya untuk menempuh pendidikan hingga ke sekolah lanjutan. Sehingga tidak jarang ditemukan siswa yang selepas SMP atau SMA memutuskan untuk bekerja. Namun, dengan kurangnya keterampilan dan pengalaman yang dimiliki menjadikan mereka bekerja hanya bisa bekerja dengan kemampuan seadanya. Hal yang memprihatinkan tersebut menjadi salah satu latar belakang perlunya pembekalan pengetahuan dan keterampilan tambahan sebagai modal para siswa untuk terjun ke masyarakat. Pada tanggal 3 April 2021 yang lalu, tim Pengabdian Masyarakat Telkom University dari Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion bekerjasama dengan Komunitas Batujajar Community Care menyelenggarakan program pelatihan keterampilan teknik cetak screen printing (sablon). Masyarakat sasar pada kegiatan ini adalah siswa-siswi anak asuh yang menjadi binaan Batujajar Community Care. Batujajar Community Care sebagai salah satu komunitas yang berperan sebagai salah satu institusi non-formal memiliki rasa tanggung jawab untuk mendukung pemerintah dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Sebagai realisasi nyata, Batujajar Community Care turut berpartisipasi membangun karakter bangsa melalui berbagai kegiatan kreatif yang dikhususkan untuk anak dan remaja. Diharapkan dengan diberikannya pengetahuan mengenai teknik cetak screen printing kepada mereka dapat meningkatkan daya kreativitas, mengembangkan potensi creativepreneur dan memperkuat karakter anak bangsa. Terimakasih kepada Batujajar Community Care, Para guru SMPN 2 Batujajar, Kab. Bandung Barat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini Tim pelaksana M. Sigit Ramadhan, S.Pd.,M.Sn. Aldi Hendrawan, S.Ds., M.Ds. Sari Yuningsih, S.Pd., M.Ds., Kikit Nur Yulianti, dan Era Arifiani Wijaya
By sigitrmdhn | Community Service . Event
DETAIL