Workshop on Reworking Tote Bag Products with Patchwork Technique Using Scrap Fabric Pieces
Musat Space merupakan nama kedai kopi yang mengklaim sustainable coffe shop dan communal space di Bandung menjadi ciri khas tersendiri apabila interior disana merupakan hasil upcyling. Sudah berdiri sejak tahun 2018, Musat memiliki bangunan yang minimalis dan nyaman ini terletak di Jalan Cilaki No.45, Cihapit, Bandung. Tidak hanya menyediakan kopi, di dalam Musat Space terdapat roasted bar, cap roti buaya, dan tous beauty bar. Musat mulai mempekerjakan pegawai yang seidentifikasi dengan nilai dan budaya perusahaannya sehingga menciptakan pelayanan yang ramah dan kebersihannya terjaga. Musat Space memiliki beberapa program dengan tujuan menyelamatkan bumi. Di tahun yang sama dengan terbentuk nya Musat, mereka mulai memproduksi bamboo straw dan produk sustainable lainnya. Selain itu juga, Musat menggunakan plastik daur ulang dalam pembuatan kursi dan menggunakannya sebagai interior di dalam Musat Space. Sampai saat ini Musat memiliki banyak kesempatan untuk berkolaborasi dengan organisasi dan brand maupun para pelaku seni lainnya, dimana pada program ini mereka membuat kegiatan Sharing Knowledge yang mengusung tema sustainable di bidang apapun. https://youtu.be/uBtSSrKBdv0?si=DPks7ocsygQT0RiE Dalam kesempatan ini penulis ditawarkan untuk dapat mengisi kegiatan sharing knowledge dengan memberikan pengetahuan melalui workshop rework menggunakan Teknik Patchwork untuk para pengunjung Musat Space yang dating. Tempat ini sejauh pengamatan tim banyak didatangi tidak hanya remaja namun juga keluarga. Dari pihak Musat Space menginginkan untuk dapat bekerjasama melakukan pengolahan produk pakai tekstil yang unik dan jarang dilakukan. Karena Musat Space sendiri mengklaim bahwa mereka adalah sustainable coffe shop dan communal space di Bandung sehingga sangat mendukung bila adanya program workshop tema rework yang dilakukan di Musat Space. Sehingga kegiatan yang dibuat yaitu Workshop Rework Produk Totebag dengan Teknik Patchwork Menggunakan Kain Perca. Kain Perca sisa produksi ini digunakan sebagai bahan alternatif patchwork yang mudah didapatkan salah satunya dari bahan sisa produksi atau kain bekas pakaian. Kain perca tersebut dilihat masih dapat dioptimalkan sebagai media untuk membuat produk baru. Dalam kegiatan ini digunakan pendekatan teknik patchwork yaitu teknik menggabungkan kain perca yang memiliki motif dan warna yang berbeda menjadi bentuk baru. Namun kali ini teknik tersebut akan dipadukan dengan teknik sulam dan diaplikasikan secara baru dengan material produk pakai tekstil seperti tas totebag. Prinsip patchwork tetap menggunakan kain perca sisa produksi ataupun pakaian bekas. Dengan mengkombinasikan teknik patchwork dan sulam maka akan tercipta sebuah komposisi indah, abstrak dan unik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Kegiatan ini mendukung Sustainable Deevelopment Goals yang sedang dicanangkan oleh pemerintah dalam aspek Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Dimana penulis melakukan pengabdian masyarakat berupa sharing knowledge melalui workshop Rework Produk Totebag dengan Teknik Patchwork Menggunakan Kain Perca di sebuah kedai kopi yang secara tidak langsung membangun peran serta (engagement) para pengunjung kedai kopi untuk dapat mengoptimalkan sampah menjadi sebuah inovasi. ___ Tim Dosen: Aldi Hendrawan, S.Ds., M.Ds. (NIP : 14850044) Ahda Yunia Sekar F, S.Sn., M.Sn (NIP : 20930017) Gina Shobira Takao, S.Sn., M.Ds. (NIP : 22940037) ___
PENGEMBANGAN PEMASARAN STARTUP PENDIDIKAN BINAR CALISTUNG MELALUI PELATIHAN BISNIS MODEL CANVAS DAN PERENCANAAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF
Pada tahun 2022, Tim Abdimas Kolaborasi Internal yang terdiri dari dari Fakultas Industri Kreatif dan Fakultas Rekayasa Industri melakukan kegiatan penyempurnaan rancangan craft kit serta menganalisa peluang pengembangan pemasaran digital untuk StartUp pendidikan Binar Calistung dan sudah memiliki dampak yang cukup signifikan dalam proses berjalannya bisnis StartUp pendidikan Binar Calistung saat itu. Melalui hal tersebut StartUp pendidikan Binar Calistung membutuhkan dukungan akademisi dalam rangka mencapai roadmap bisnisnya tetap berjalan. Secara umum solusi dan tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini terbagi ke dalam tiga tahap pelatihan yang berfokus pada pengembangan pemasaran melalui pemetaan bisnis model canvas dan branding, yaitu: (1) Tahap 1: Analisa kebutuhan pengembangan (2) Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif (3) Tahap 3 : Melakukan uji coba dan evaluasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya optimalisasi pemasaran digital dan branding melalui perencanaan bisnis yang lebih baik. Tahap 1: Analisa Kebutuhan Pengembangan Sebelumnya tim pengabdian kepada masyarakat sudah melakukan analisa awal terkait opsi kebutuhan berdasarkan hasil evaluasi dari program abdimas tahun 2022 lalu. Berdasarkan evaluasi tersebut, mitra dinilai sudah cukup baik dalam menyajikan variasi konten media sosial. Konten pada media sosial sudah menampilkan konten dengan porsi yang baik sesuai branding StartUp pendidikan Binar Calistung yaitu sebagai StartUp di bidang pendidikan. Konten dalam media sosial pun sudah diusahakan untuk ditampilkan dalam desain layout yang seragam sehingga memperkuat branding StartUp pendidikan Binar Calistung. Dibandingkan dengan penyajian konten pada tahun 2022, konten yang ditampilkan pada tahun 2023 sudah jauh lebih baik. Hanya saja penyusuan konten yang ditampilkan pada media sosial tersebut belum memiliki pola yang jelas dan monoton atau kurang menarik, sehingga engagement dengan pelanggan yang diharapkan belum tercapai secara optimal. Platform media sosial yang digunakan difokuskan pada platform Instagram sebagai platform media sosial utama dari StartUp pendidikan Binar Calistung. Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif Tahap selanjutnya adalah penyampaian materi pelatihan mengenai Business Model Canvas dan materi rencana pemasaran dengan membuat content planning pada media sosial mitra. Business Model Canvas terdiri dari Sembilan building blocks yang diolah menjadi sebuah format yang berhubungan satu sama lain. Sebagian ide dimulai dengan masalah mitra yang teridentifikasi dari hasil analisa sebelumnya, kemudian mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan memetakan kembali bisnis model yang dijalankan oleh StartUp pendidikan Binar Calistung. Pemaparan materi Business Model Canvas mengkategorikan 4 bagian pokok utama (Value Proposition, Konsumen, Infrastruktur, Profit Driver). Tahap 3: Uji Coba dan Evaluasi Tahapan terakhir adalah uji coba dan evaluasi content planning pada media sosial StartUp pendidikan Binar Calistung secara langsung selama 1 bulan untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut sebagai acuan continues improvement bentuk pemasaran selanjutnya. Berdasarkan data insight dari platform Instagram StartUp Binar Calistung, dapat dilihat bahwa adanya peningkatan dalam jumlah engagement rate sebanyak 33.1%, menjangkau akun sebanyak 9.589 atau mengalami kenaikan sebanyak 34.7% dari sebelumnya dengan jumlah total pengikut saat ini 34.4 ribu followers. Hal ini dapat dikatakan bahwa praktek pemasaran yang dilakukan oleh StartUp pendidikan Binar Calistung sudah membuahkan hasil ataupun kemajuan. Terima kasih kepada: Binar Calistung ( Budiman & Nani Nurhasanah ) – Tim Pelaksana: Ketua: Rima Febriani S.I.Kom, M.A.B (NIP : 20880014) Anggota: Widia Nur Utami B. S.Ds., M.Ds (NIP : 14880077) Dr. Fajar Ciptandi, S.Ds., M.Ds (NIP : 14860096 ) Anggota Mahasiswa: Agnes Herlyn Eka Putri (NIM : 1605202021) ——
Pengembangan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Workshop Play-Based Learning Dan Perancangan Produk Kriya Kreatif Untuk Mendukung Rencana Pengembangan Unit Usaha Sekolah
Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Pendidikan anak usia dini yang dimulai dari usia 0-6 tahun, merupakan fase Pendidikan yang paling penting sebagai dasar untuk pendikan-pendikan selanjutnya. Salah satu aspek penting dalam Pendidikan usia dini adalah berkembangnya kemampuan motorik halus secara optimal. Kemampuan motorik halus adalah perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan, yang umumnya terjadi lebih lamban dari perkembangan motorik kasar. Pentingnya melatih kemampuan motorik halus sangat disadari oleh TK Islam Cendekia Gemilang. Oleh karena itu, TK Islam Cendekia Gemilang aktif menyiapkan beragam kegiatan untuk melatih kemampuan motorik halus agar berkembang optimal, salah satunya dengan kegiatan menggambar. Namun sayangnya, kegiatan menggambar yang menjadi favorit para siswa/I lambat laun menjadi kegiatan yang monoton. Para staff guru pengajar membutuhkan varian kegiatan baru untuk mendorong semangat para siswa/I dalam menggambar. Melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan pendampingan kegiatan dengan menerapkan metode play-based leraning atau bermain sambil belajar, yang fokus pada hakekatnya seorang anak yang senang untuk bermain. Kegiatan ini akan menerapkan lima area permainan yaitu Creative play, Dramatic play, Exploratory play, Manipulative play, dan Sensory play sehingga kegiatan menggambar dapat menjadi lebih menarik dan memberikan variasi kegiatan untuk stimulus kemampuan motorik halus yang baru. Hasil dari pendampingan ini berupa gambar yang kemudian akan diaplikasikan melalui teknik tekstil menggunakan kertas transfer (transfer paper) di atas permukaan produk. Produk yang akan dikembangkan adalah kaos seragam perpisahan siswa/i. Dengan mengaplikasikan gambar masing-masing pada produk yang akan digunakan untuk acara istimewa, diharapkan para siswa/I memiliki rasa kepemilikan yang tinggi sehingga dapat menjaga produknya dengan baik. Gambar anak yang khas dapat menjadi pemanis produk dan memberikan nilai estetika pada produk tersebut. Selain itu, kemudahan dan keterampilan mengaplikasikan kertas transfer (transfer paper) diharapkan dapat dikuasi oleh para staff guru pengajar guna membantu rencana pengembangan unit usaha sekolah. Para staff guru pengajar belum memiliki ide terkait pengembangan produk kreatif untuk dipasarkan pada unit usaha sekolah. Harapannya, melalui pendampingan ini, para staff guru pengajar dapat melanjutkan pengembangan terkait teknik dan produk kreatif tersebut. Terima Kasih Kepada : TK Insan Cendekian Gemilang dan Yayasan Berkah Madani Gemilang Aulia Rachmatya Astri Afrilia Tim Pelaksana : Ketua: Widia Nur Utami B. (NIP : 14880077) Anggota: Rima Febriani (NIP : 20880014) & Faradillah Nursari (NIP : 158800431) Anggota Mahasiswa: Reina Ramadhani (NIM : 1605201068) Juniar Angelin B. R. (NIM : 1605200025) Agnes Herlyn Eka Putri (NIM : 1605202021)
Kuliah Kerja Nyata Tematik Budaya Telkom University bersama Keraton Sumedang Larang
Sharing Knowledge “Workshop Veggie Stamp Bersama Kopi Toko Djawa”
Maraknya kedai kopi di Bandung membuat persaingan dagang semakin ketat. Tidak sedikit beberapa kedai kopi memiliki ciri khas baik dari racikan kopi yang unik sampai bangunan arsitekstur dan interior yang didesain sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana tertentu. Tak terkecuali kedai kopi ini yang sudah terkenal di Bandung yaitu Kopi Toko Djawa. Menggunakan bangunan kuno yang dahulunya adalah toko buku Djawa dan terletak di jalan Braga yang sarat akan bangunan-bangunan kuno menjadi ciri khas tersendiri apabila menikmati kopi disana. Tidak hanya mengandalkan penjualan kopi dan suasana, Kopi Toko Djawa juga memiliki sebuah program yang diberi judul “Sarapan Bareng” dimana pada program ini mereka membuat kegiatan Sharing Knowledge yang mengusung tema kreatifitas di bidang apapun. Dalam kegiatan ini mereka mengundang para crafter, designer, fotografer, penulis dan lain sebagainya untuk dapat berbagai ilmu dengan para pengunjung. Pengabdian masyarakat dalam bentuk Sharing Knowledge; Lokakarya Pengolahan Surface Design Textile dengan Teknik Stamp Menggunakan Bahan Sisa Sayuran” bersama masyarakat sasar Pengunjung Kopi Toko Djawa-Critical 11 Bandung, ini diwijudkan berdasarkan obervasi dan penyesuaian program. Pemilihan teknik juga didapat dari hasil observasi yaitu teknik stamp yang merupakan pendekatan teknik Printmaking dengan beberapa modivikasi yaitu pada material kain dan material alternatife berbahan sisa sayuran. Lokakarya akan dilakukan secara onsite dan pengunjung dapat belajar menegnai teknik stamp ini. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pegawai Kopi Toko Djawa dan beberapa pengunjung yang tretarik. Pada kegiatan ini pengunjung tidak dipungut biaya untuk mencoba teknik stamp. Kegiatan dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pagi yang dilaksanakan pada pukul 10:00 – 12:00 WIB dan sesi sore yang dilaksanakan pada pukul 13:00-15:00 WIB. Potensi keberlanjutan program ini akan dibuat dengan cara wawancara dan pengisian kuisioner feedback yang diberikan pada peserta lokakarya dan koordinator program. Kuisioner meliputi: kebermanfaatan wawasan dan ilmu pengetahuan yang diberikan, proses kegiatan, kejelasan penyampaian materi serta proses praktik pelatihan. Evaluasi ini menjadi pertimbangan kegiatan berikut dimasa yang akan datang sehingga lebih bermanfaat bagi Kopi Toko Djawa.
Workshop Natural Dyeing bersama Komunitas Bikin Lingkaran
Pengabdian Masyarakat – Strategi Pembentukan Inovasi Bisnis Model untuk UMKM ‘CRAZYLITTLEPARTYCLUB’
Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internal dengan mitra Startup Pendidikan “Familia Kreativa”
Pengumuman Peraih Beasiswa Siswa Mitra 2022
Pada tahun 2022 ini program seleksi Beasiswa Siswa Mitra kembali dilaksanakan secara full online, dari mulai pendaftaran, seleksi sampai dengan tahap pengumuman peraih beasiswa. Program Beasiswa Siswa Mitra 2022 merupakan kali ke-7 agenda tahunan Program Studi Kriya FIK Telkom University ini dilaksanakan. Program ini digagas secara mandiri oleh dosen-dosen di Prodi Kriya dengan tujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa tingkat akhir agar dapat berkarya secara optimal dengan memberikan bantuan dana yang dapat digunakan untuk keperluan riset dan produksi karya Tugas Akhir. Dengan format panggilan terbuka bagi seluruh mahasiswa tingkat akhir tahun 2022, diperoleh 8 orang pendaftar yang kemudian memasuki tahapan pertama seleksi administrasi. Setelah melewati tahap seleksi administrasi berupa rekam prestasi akademik dan portfolio, kedelapan orang peserta memasuki tahap selanjutnya yaitu wawancara dengan Prodi Kriya yang diwakili oleh Ibu Morinta Rosandini, Ibu Widia Nur Utami dan Pak M. Sigit Ramadhan. Pada tahap wawancara tersebut tim dosen berkenalan lebih dalam terkait kondisi pribadi dan keluarga, serta melayangkan beberapa pertanyaan seputar sikap, visi dan komitmen, potensi akademik, serta empati dan aktivitas para peserta. Hingga akhirnya setelah melalui proses pembahasan akhir, tahun ini diperoleh dua nama yang memenuhi kriteria yang telah dirumuskan oleh tim dosen Prodi Kriya. Selamat kami ucapkan kepada Qelmille Dewi Amanah Balqis dan Tri Yuri Sakinah Aprilita yang menjadi peraih Beasiswa Siswa Mitra tahun 2022 berupa dana pengembangan Tugas Akhir masing-masing sejumlah Rp. 3.500.000,-. Qelmille atau yang sering disapa Iqel ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang memiliki prestasi akademik dengan IPK 3.9 hingga semester 8 ini. Iqel yang cukup aktif di kegiatan kemahasiswaan seperti HIMAMIRA dan Senior Residents, pada tahun kemarin juga telah mendapatkan sertifikasi profesi Fashion Designer dan Fashion Stylist dari BNSP dengan penyelenggara LSP Mode Indonesia. Saat ini Iqel sedang menjalankan Tugas Akhir dengan fokus pemanfaatan limbah sisa produksi anyaman pandan Rajapolah Tasikmalaya. Sedangkan Yuri yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara asal Palembang ini sudah mencetak prestasi sejak duduk di bangku sekolah dan pernah mewakili Indonesia untuk menjadi delegasi pada acara Asian Youth International Model United Nations 2017 Kuala Lumpur untuk menampilkan budaya Palembang. Pada tahun kemarin Yuri dipercaya untuk menjadi desainer Batik Siger dalam fashion show ISEF 2021. Saat ini Yuri sedang menjalankan Tugas Akhir dengan fokus mengembangkan budaya Palembang yang diaplikasikan pada busana anak modern. Iqel dan Yuri akan berkesempatan untuk melakukan pengembangan diri dan melatih softskill-nya melalui program magang di Prodi selama kurang lebih enam bulan. Semoga di tahun-tahun berikutnya Program Beasiswa Siswa Mitra ini dapat memberikan manfaat yang lebih banyak untuk mahasiswa Program Studi Kriya Telkom University. – MGR